MINATBACA.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Gresik resmi menyelenggarakan posko terpadu monitoring angkutan laut Lebaran tahun 2026, serta mudik gratis bagi warga Pulau Bawean.
Agenda tersebut menindaklanjuti instruksi Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut nomor IR-DJPL 2 tahun 2026 tertanggal 19 Februari 2026, tentang penyelenggaraan angkutan laut Lebaran tahun 2026 (1447 Hijriyah). Serta keputusan Dirjen Perhubungan Laut Nomor KP-DJPL 106 tahun 2026 tanggal 27 Februari 2026, tentang penyelenggaraan angkutan laut untuk ‘Program Tiket Gratis Lebaran 2026.’
Posko terpadu monitoring angkutan laut Lebaran kali ini mengusung tema ‘Mudik Nyaman Bersama, Bersama Raih Kemenangan, Jaga Keselamatan’ dimulai dari tanggal 13 sampai dengan 30 Maret 2026. Bertujuan untuk memastikan keselamatan, keamanan, kelancaran dan kenyamanan masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut dalam melaksanakan perjalanan mudik.
Dalam posko terpadu tersebut, terdiri dari personil gabungan berbagai instansi terkait. Mulai petugas KSOP Kelas II Gresik, TNI dan Polri, Pemerintah Daerah, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), juga Basarnas, Balai Besar Karantina Kesehatan, dan jajaran pemangku kepentingan yang lain.
Capt. Herbert E.P. Marpaung selaku Kepala KSOP Kelas II Gresik menyampaikan, pihaknya sudah menginventarisir berbagai situasi dan kondisi yang dapat menimbulkan risiko dalam pelaksanaan angkutan laut Lebaran, serta telah melakukan berbagai langkah mitigasi.
Di antaranya, pemeriksaan/ramp check kapal-kapal penumpang, kesiapan terminal penumpang beserta seluruh fasilitas, pengendalian embarkasi dan juga debarkasi penumpang, kesiapan petugas medis dan peralatan pemadam kebakaran, pengendalian lalu lintas kendaraan di pelabuhan, pemantauan CCTV pelabuhan dan pergerakan kapal, pelaksanaan patroli keselamatan maritim, antisipasi gangguan keamanan di pelabuhan, monitoring prakiraan cuaca maritim, serta berbagai langkah mitigasi lainnya.
“Pada masa penyelenggaraan posko angkutan laut Lebaran tahun 2026 diperkirakan jumlah penumpang yang akan berangkat dari dan tiba di Pelabuhan Gresik sebanyak 12.284 orang, dimana jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 15 persen dibandingkan periode yang sama pada masa angkutan laut Lebaran tahun 2025,” ujar Herbert.
“Selain itu, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 18 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 25 Maret 2026,” terangnya.
Lebih lanjut, Herbert mengucapkan, terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan terkait atas sinergi, kolaborasi, dan partisipasi, dalam rangka penyelenggaraan posko angkutan laut Lebaran tahun 2026 di Pelabuhan Gresik.
“Keselamatan, keamanan, kelancaran dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa transportasi laut, selama melaksanakan perjalanan mudik adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Herbert.
“Semoga kita semua diberikan kemampuan dan kesehatan, dalam pelaksanaan tugas-tugas kita mengawal angkutan laut Lebaran tahun 2026,” tambahnya.
Tidak hanya menyelenggarakan posko terpadu monitoring angkutan laut Lebaran tahun 2026, KSOP Kelas II Gresik juga melaksanakan pelepasan mudik gratis angkutan laut Lebaran tahun 2026 sesuai keputusan Dirjen Perhubungan Laut. Dengan acara berlangsung di Pelabuhan Umum Gresik, Jumat (13/3/2026).
Agenda tersebut merupakan program Kementerian Perhubungan, dalam hal ini Dirjen Perhubungan Laut. Di mana salah satunya, dialokasikan untuk melayani masyarakat yang melaksanakan mudik dari Pelabuhan Umum Gresik menuju Pulau Bawean. Ada sebanyak 3.800 kuota tiket mudik gratis disediakan, sebagai bentuk kehadiran dan perhatian pemerintah kepada masyarakat.
“Semoga pelaksanaan mudik gratis ini dapat memberikan kebahagiaan, dan membantu masyarakat Kabupaten Gresik untuk dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga tercinta,” ungkap Herbert.
Bagi para pemudik, Herbert berpesan, untuk tetap menjaga keselamatan dan keamanan di atas kapal selama melaksanakan perjalanan, menghindari praktik percaloan tiket, tidak membawa barang berlebih maupun barang yang membahayakan di atas kapal seperti kembang api, petasan, maupun senjata tajam.
“Kantor KSOP Kelas II Gresik beserta seluruh pemangku kepentingan terkait, selalu berkomitmen untuk mensukseskan penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2026, dengan memegang teguh prinsip keselamatan tanpa kompromi (Zero Tolerance for Safety), serta berharap seluruh masyarakat pengguna jasa transportasi laut di wilayah Gresik, dapat merasakan kenyamanan dan pelayanan yang optimal,” kata Herbert.
Kegiatan pelepasan mudik gratis angkutan Laut Lebaran tahun 2026, turut di hadiri Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gresik, Branch Manager PT. Pelindo Multi Terminal Gresik, Perwakilan Satpolair Gresik, serta pemangku kepentingan terkait.

