MINATBACA.com – Banjir yang kerap melanda wilayah perumahan di Dusun Pelawean dan Buyungan, terus coba diminimalisir dan ditanggulangi oleh jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Bunderan, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.
Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan tahun ini adalah, penambahan sumur resapan di tiga titik serta pembangunan saluran air jenis U-Ditch.
Sekretaris Desa Bunderan Syaikhu Munif menjelaskan, rencana tersebut didasarkan pada keberhasilan pembuatan sumur resapan pada tahun 2024 kemarin, yang berlokasi di Dusun Pelawean RT 1/RW 1.
“Tahun lalu, kita buat satu sumur resapan dan terbukti efektif mengurangi genangan air. Dananya menghabiskan sekitar Rp10-12 juta dan hasilnya sangat memuaskan,” ungkap Munif.
Melihat keberhasilan tersebut, Pemdes Bunderan berinisiatif menambah tiga sumur resapan baru. Rinciannya, satu titik akan dibangun di Dusun Pelawean RT 2/RW 1 dan dua titik lain di Dusun Buyungan, masing-masing di RT 1/RW 3 dan RT 2/RW 3.
Adapun untuk total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp23 juta, yang seluruhnya bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025. Pembuatan sumur resapan ini dilakukan dengan teknik ngeblong, hingga kedalaman sekitar 20 meter.
“Air hujan yang sebelumnya menggenang di tengah jalan perumahan kini bisa langsung meresap ke tanah, sehingga banjir bisa dihindari,” jelasnya.
Selain sumur resapan, Pemdes juga akan membangun saluran air permanen menggunakan U-Ditch sepanjang 36 meter. Saluran ini akan dibangun di antara RT 1 dan RT 2/RW 1, sebagai penghubung utama aliran air hujan. Munif menyebutkan, saluran ini sangat penting, karena sekarang tidak ada sistem penampungan air seperti waduk di sekitar wilayah tersebut.
“Air hujan selama ini tidak langsung mengalir, karena tidak ada tempat penampungan. Maka dari itu, saluran U-Ditch ini menjadi solusi penting,” ucap Munif.
U-Ditch yang akan digunakan memiliki ukuran 30Ă—30 sentimeter dengan panjang total 120 sentimeter per unit. Untuk mencapai panjang saluran 36 meter, dibutuhkan sekitar 30 unit U-Ditch. Proyek diperkirakan akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar dua minggu dan menghabiskan dana sekitar Rp25 juta.
“Selain mengatasi banjir, program ini juga berkontribusi pada upaya pengurangan stunting. Karena lingkungan yang sehat dan bebas genangan air, akan berdampak positif pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak,” pungkasnya.

