Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

      16 Oktober 2026

      Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

      15 Oktober 2026

      Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

      15 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

      15 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Hukum»Kegiatan Kontra Radikal Digelar di Polres Gresik, Eks Napiter Berbagi Kisah Kelam
    Hukum

    Kegiatan Kontra Radikal Digelar di Polres Gresik, Eks Napiter Berbagi Kisah Kelam

    RedaksiBy Redaksi28 Agustus 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Bertempat di ruang Rupatama SAR Sarja Arya Racana Polres Gresik, Kamis (28/8/2025), digelar kegiatan kontra radikal oleh Tim Subsatgas Banops Humas Polri dengan tema ‘terorisme musuh kita bersama.’

    Acara tersebut bukan sekadar forum diskusi, melainkan sebuah pengingat bahwa ancaman ekstremisme masih nyata dan terus mengintai, terutama generasi muda. Hadir dalam kegiatan sejumlah pejabat penting, di antaranya Kabag Penum Divhumas Mabes Polri Kombespol Erdi A. Chaniago, Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro, serta perwakilan tokoh agama dari MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, FKUB, hingga pengasuh pondok pesantren yang ada di Gresik.

    Namun ada yang membuat forum tersebut istimewa adalah, kehadiran seorang lelaki sederhana bernama Wildan. Mantan narapidana terorisme asal Pasuruan, yang kini dikenal sebagai pegiat kontra radikal. Dia datang bukan sekadar untuk berbicara dalam forum, melainkan untuk bersaksi menceritakan bagaimana dirinya pernah terjerumus dalam kegelapan (terorisme, radikalisme) hingga akhirnya bisa bangkit untuk memperingatkan orang lain.

    “Radikalisme adalah ancaman nyata, yang dapat merusak Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus memanfaatkan teknologi informasi, untuk deteksi dini,” tegas Wakapolres Gresik Kompol Danu Anindhito Kuncoro.

    Baca Juga :  Komunitas Wartawan Gresik Salurkan Daging Hewan Kurban Kepada Warga

    Sementara Kabag Penum Divhumas Mabes Polri Kombespol Erdi A. Chaniago menambahkan, kaum muda merupakan sasaran empuk kelompok radikal. Selain itu, pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

    “Tujuan kami hadir di sini adalah untuk memberi peringatan. Aksi radikal sangat berbahaya bagi ketertiban masyarakat. Generasi muda, terutama santri, harus berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” kata Erdi.

    Adapun sesi yang paling ditunggu adalah, tatkala Wildan mulai menceritakan kisahnya terjerumus radikalisme. Sejak 2010, dia terjerumus dalam lingkaran kelompok radikal, hingga tiga tahun berselang Wildan sampai berada di Mosul, Irak. Di sana dia menjadi sniper, sekaligus perakit bom. Sebuah jalan yang dia sebut sebagai ‘jalan kematian yang dipoles dengan janji surga,’ kendati pada 2014 Wildan memutuskan untuk pulang kampung.

    “Saya sadar, apa yang saya jalani bukanlah perjuangan, melainkan jalan yang menjerumuskan. Ekstremisme justru banyak menyasar anak muda dengan kondisi rapuh, broken home, haus pengakuan, atau salah dalam memilih pergaulan,” ungkap Wildan.

    Baca Juga :  Bupati Gresik Harapkan Media Dapat Menjadi Jembatan Komunikasi Publik

    Wildan menyebut, tanda-tanda awal radikalisasi sering kali sederhana. Mulai dari perubahan sikap, menjauh dari keluarga dan lingkungan, hingga munculnya anggapan bahwa semua orang yang berbeda adalah musuh.

    “Saat itu terjadi, segeralah waspada. Itu awal jebakan,” ucapnya.

    Kini Wildan menjalani kehidupan berbeda, dengan bekerja sebagai barista, menulis buku dan sering menjadi dosen tamu. Di berbagai forum, dia tidak segan berbagi pengalaman supaya generasi muda tidak mengulang kesalahan serupa.

    “Data UNDP 2019 jelas menunjukkan, radikalisme banyak berakar dari keluarga bermasalah, pemahaman agama yang keliru dan faktor sosial-ekonomi,” kata Wildan.

    Kegiatan diskusi semakin hangat, saat sejumlah tokoh lokal seperti Joko Pratomo (Ketua Formagam Gresik) dan Yusuf Ahmad Sabri (Sekretaris PD Muhammadiyah Gresik), menyinggung soal radikalisme di era digital. Wildan pun mengamini, bahwa ancaman saat ini memang bergeser ke ruang maya.

    Baca Juga :  Semarakkan HUT ke-73 Humas Polri, Polres Gresik Gelar Aksi Donor Darah

    “Media sosial kini menjadi pintu utama rekrutmen. Mereka menggunakan akun palsu, menyajikan konten yang tampak baik, namun sesungguhnya menjebak,” jelasnya.


    Dikuatkan polisi
    Kabag Penum Divhumas Mabes Polri Kombespol Erdi A. Chaniago sepakat dengan pemikiran Wildan, di mana saat ini media sosial dapat menjadi pintu masuk dalam penyebaran radikalisme. Sehingga, masyarakat dihimbau berhati-hati dan lebih waspada dalam memanfaatkan media sosial.

    “Hati-hati dengan akun-akun palsu. Jangan mudah percaya, apalagi menyebarkan konten tanpa tahu asal-usulnya. Bijaklah dalam bermedsos,” tutur Erdi.

    Kegiatan kontra radikal di Polres Gresik tersebut meninggalkan pesan, bahwa melawan radikalisme bukan tugas aparat semata, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Kisah Wildan menjadi bukti nyata, siapa pun bisa terjerumus, tetapi siapa pun juga bisa bangkit dan memberi peringatan bagi yang lain.

    “Kelompok teroris hanya menunggu waktu yang tepat untuk bangkit. Karena itu, kewaspadaan kita bersama adalah kunci,” pungkasnya.

    gresik polres gresik
    Previous ArticleWabup Lamongan Ajak Masyarakat Rayakan Kemerdekaan Dengan Meneruskan Pembangunan
    Next Article Sebanyak 562 PPPK di Kabupaten Gresik Menerima Surat Keputusan Pengangkatan

    Berita Terkait

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    16 Oktober 2026

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    15 Oktober 2026

    Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gresik Dirangkai Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

    12 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    8 Oktober 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    8 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    Mensos Jelaskan Keuntungan Belanja di KDKMP, Saat Mengunjungi KDKMP di Kabupaten Lamongan

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    Program Klunting Sukses Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Lamongan

    Bupati Lamongan Dampingi Anggota DPR RI Tinjau Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

    Load More
    Berita Lainnya
    Hukum

    Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2024, Polres Gresik Tangkap 39 Tersangka

    25 September 2024

    MINATBACA.com – Sebanyak 39 orang tersangka yang mayoritas pengedar dan kurir narkoba, ditangkap Satresnarkoba Polres…

    Lolos Verifikasi dan Validasi, Kabupaten Lamongan Mendapat Jatah 387 KIP JAWARA

    Sebanyak 300 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran Bersama Bupati Dalam Gelaran OASE Baznas Gresik

    Gresik Masuk 35 Daerah Peraih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.