GRESIK – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan ‘Wisata Mancing’ di kolam pemancingan Ghava, yang berada di Dusun Morowudi Kulon, Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Gresik, Sabtu (6/7/2024).
Even yang didukung DPRD Jawa Timur tersebut, sengaja digelar dalam rangka mengangkat potensi pariwisata yang ada di Jawa Timur, yang juga sekaligus memberdayakan ekonomi kreatif warga setempat. Agenda sukses menarik minat masyarakat yang tidak hanya dari Gresik saja, namun dari berbagai daerah.
Kepala Disbudpar Jawa Timur Evy Afianasari melalui Kabid Pemasaran dan Kelembagaan Ekonomi Kreatif Ali Afandi mengatakan, kegiatan yang digelar merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pergerakan wisatawan di Jawa Timur dan juga ekonomi kreatif masyarakat setempat.
“Kita tahu bahwa potensi yang ada di Jawa Timur sangat luar biasa, salah satunya mancing. Untuk itu, kami mengadakan wisata mancing ini yang rupanya mendapat respon bagus dari masyarakat,” ungkap Ali, di sela acara.
Kegiatan Wisata Mancing yang digelar, dikatakan oleh Ali bagian dari sport tourism, diikuti sekitar 200 peserta dan berlangsung meriah. Sejak pagi, para peserta dari berbagai daerah nampak sibuk menyiapkan alat pancing dan umpan. Dengan begitu dimulai, ratusan pemancing langsung melempar joran ke kolam berisi ikan bawal.
Tidak begitu lama, ikan yang ada di dalam kolam langsung menyambar, membuat keseruan tersendiri bagi para peserta dalam berburu ikan dengan ukuran terbesar dan terberat guna mendapatkan hadiah yang telah dipersiapkan oleh panitia.
Ali mengaku, selain di Gresik, kegiatan serupa juga dilakukan oleh pihaknya di berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur dengan tujuan yang sama. Yakni, dalam rangka meningkatkan animo wisatawan ke Jawa Timur, serta membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
“Pernah di Surabaya, Sidoarjo. Kami berharap, ada pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat sekitar,” terangnya.
Salah seorang anggota DPRD Jawa Timur Blegur Prijanggono menyatakan, mengapresiasi atas upaya yang coba dilakukan Disbudpar Jawa Timur guna meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Salah satunya, melalui kegiatan memancing yang diadakan.
“Kami sangat mendukung program pengembangan wisata melalui kegiatan memancing,” ucapnya.
Bahkan tingginya antusias masyarakat untuk dapat mengikuti gelaran yang tanpa dipungut biaya tersebut, pihak panitia sampai harus menolak banyak permintaan. Dengan peserta, dibatasi hanya 200 orang pemancing.

