GRESIK – Pasca gempa M 6,5 yang melanda Pulau Bawean, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menetapkan status tanggap darurat bencana selama 21 hari. Terhitung mulai tanggal 22 Maret hingga 11 April 2024.
Rapat koordinasi untuk percepatan penanganan gempa pun dilaksanakan di Aula Graita Eka Praja, Kantor Pemkab Gresik, Senin (25/3/2024). Dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Letjen Suharyanto, dihadiri Pj Gubernur Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, pimpinan kabupaten/kota terdampak, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Gresik.
Suharyanto menyatakan, tanggap bencana akan difokuskan di Pulau Bawean karena sulitnya transportasi ke lokasi terdampak, dengan pengiriman bahan dasar logistik berupa makanan pokok, pakaian dan sanitasi menjadi prioritas awal. Baru kemudian masuk pada tahap pendataan dan penggantian kerugian infrastuktur, yang mengalami kerusakan akibat gempa.
“Saya mohon agar kebutuhan dasar didahulukan. Ini termasuk kebutuhan normatif, mungkin ada kebutuhan spesifik seperti pakaian wanita dan makanan bayi. Karena sifatnya pendahuluan, kalau kurang bisa diajukan,” kata Suharyanto, Senin.
Suharyanto juga berpesan, koordinasi harus terus dilakukan dan terkait kebutuhan bisa dilakukan pendataan secara berkelanjutan sampai status tanggap darurat selesai dan tidak ada gempa susulan.
Dalam kesempatan sebelumnya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani juga sudah mengajak para Kades se-Bawean untuk membuat tim kedaruratan pada setiap desa, supaya komunikasi terkait koordinasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat bisa jelas.
“Hari ini ada kapal yang mengangkut bantuan berangkat dari Pelabuhan Perak. Sampai saat ini juga semua terpantau aman dan terkendali, baik terkait koordinasi, logistik, personel, rescue dan sistem tanggap darurat juga teraktivasi dengan baik dan mudah sehingga tidak ada masalah,” kata dia.
Pada hari ini, Bupati Gresik juga memberangkatkan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI berupa bahan pokok, kebutuhan dasar sehari-hari dan dapur lapangan TNI AD, beserta tim tagana Dinas Sosial Kabupaten Gresik menuju Bawean.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa terlaksana dengan baik, kita doakan masyarakat Bawean terus dijaga dan terselamatkan, yang paling penting trauma healing tidak ada rasa kekhawatiran lagi bagi warga Bawean,” ucap Yani.
Data BPBD Provinsi Jawa Timur hingga Minggu (24/3/2024) pukul 12.00 WIB mencatat, pengungsi anak sebanyak 6.277 jiwa, dewasa sebanyak 8.833 jiwa dan pengungsi lansia sebanyak 2.534 jiwa. Adapun sebagian besar warga mengungsi bukan karena rumah mereka rusak akibat gempa, namun memilih mengungsi karena faktor trauma dikarenakan masih ada gempa susulan.

