MINATBACA.com – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), mendapat penghargaan tingkat nasional atas program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan.
Terbaru, Petrokimia Gresik meraih predikat Gold Pilar Lingkungan kategori Anak Perusahaan BUMN, pada ajang ‘6th TJSL & CSR Award 2026’ yang diselenggarakan oleh BUMN Track bersama BTA Academy di Jakarta baru-baru ini. Penghargaan didapat, lantaran program TJSL Petrokimia Gresik dinilai berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyampaikan, apresiasi atas penghargaan yang diterima. Menurutnya capaian tersebut menjadi bukti, program TJSL Petrokimia Gresik mampu menghadirkan inovasi, memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan, serta terintegrasi dengan strategi bisnis pihak perusahaan.
“Keberhasilan TJSL saat ini tidak lagi diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, tetapi dari besarnya perubahan yang diciptakan,” ujar Daconi.
“Perusahaan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, akan memperoleh kepercayaan yang lebih besar dari publik. Itulah sebabnya prinsip-prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi masa depan perusahaan,” tambahnya.
Predikat tersebut diraih melalui implementasi dari program Masyarakat Sadar Pengelolaan Sampah (Masdarsa), sebuah program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Petrokimia Gresik sejak 2022 di Kelurahan Tlogopojok. Program berfokus pada penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, untuk mengurangi timbulan sampah, sekaligus mendorong terciptanya ekonomi sirkular.
Implementasi Masdarsa terus berkembang, hingga kini memiliki 20 bank sampah, termasuk satu bank sampah sekolah di UPT SD Negeri 15 Gresik. Program ini juga dikembangkan melalui berbagai kegiatan produktif, seperti budidaya ikan dalam ember (budikdamber), hidroponik, produksi eco-enzyme, hingga penyediaan layanan stasiun isi ulang (Refilin) untuk mengurangi sampah kemasan.
Melalui Masdarsa, Petrokimia Gresik tidak hanya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah, namun juga turut meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang dihasilkan. Program turut memperkuat kelembagaan kelompok masyarakat melalui pendampingan, transfer pengetahuan, serta pemanfaatan karung pupuk bekas sebagai media pengumpulan sampah, sehingga memberi manfaat bagi masyarakat dan sekaligus mendukung implementasi ekonomi sirkular pihak perusahaan.
Implementasi Masdarsa juga memberi dampak bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan hingga Mei 2026, program diklaim berhasil mengelola lebih dari 194 ton sampah anorganik, meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pemilahan sampah, turut mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan hidroponik dan budikdamber, serta menciptakan peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat dari hasil pengelolaan bank sampah.
Daconi menambahkan, implementasi TJSL yang dilaksanakan Petrokimia Gresik terus diarahkan untuk mendukung prinsip ESG, serta menciptakan Creating Shared Value (CSV), sehingga manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tapi juga memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Petrokimia Gresik untuk terus memperkuat implementasi program TJSL, yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan,” kata Daconi.
“Ke depan, kami akan terus menghadirkan program-program yang inovatif, adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, serta sejalan dengan prinsip ESG. Agar mampu menciptakan nilai bersama bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan,” tuturnya.
Untuk tahun ini, ajang tersebut diikuti sebanyak 68 perusahaan BUMN, anak perusahaan BUMN, dan perusahaan terbuka (Tbk). Dengan proses penilaian turut melibatkan akademisi, pakar ESG, praktisi CSR, serta tokoh nasional.

