Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Kontribusi SIG Bagi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat di Aceh Melalui Pengolahan Sampah

      22 Juni 2026

      Jawaban Bupati Lamongan Terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

      22 Juni 2026

      Menggelar Gebyar PAUD Lamongan 2026, Dinas Pendidikan Menapaki 3 Ikhtiar Besar Penguatan

      22 Juni 2026

      Festival Nasi Krawu KWGe 2026, Bersiap Pecahkan Rekor MURI Dengan 3.000 Bungkus Nasi Krawu

      22 Juni 2026

      Ada 7 Administrasi Kependudukan yang Dapat Diurus Saat Festival Tumpeng Nasi Krawu KWGe

      22 Juni 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Kontribusi SIG Bagi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat di Aceh Melalui Pengolahan Sampah
    Ekonomi

    Kontribusi SIG Bagi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat di Aceh Melalui Pengolahan Sampah

    RedaksiBy Redaksi22 Juni 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui unit usaha PT Solusi Bangun Andalas, mengubah persoalan sampah kelapa dari kawasan wisata Pantai Lampuuk, Aceh, menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

    Dengan program bertajuk Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera), sekitar 60 ton limbah kelapa per bulan diolah menjadi cocopeat (serbuk halus dari sabut kelapa) untuk campuran pakan ternak. Berhasil menekan biaya pakan peternak unggas hingga 60 persen, sekaligus mengurangi emisi karbon dari pembakaran sampah.

    Adapun program Sakeladera lahir dilatarbelakangi timbulan sampah kelapa dari aktivitas pariwisata di Pantai Lampuuk yang mencapai sekitar 60 ton per bulan, yang dibiarkan membusuk atau dimusnahkan dengan cara dibakar, sehingga menghasilkan emisi karbon hingga 34,8 ton CO₂ per bulan. Di satu sisi, para peternak unggas lokal mengalami kesulitan mendapatkan pakan dan bergantung pada pasokan dari luar daerah, hingga membuat biaya pakan yang harus dikeluarkan mencapai Rp48 juta per bulan.

    Pada 2024, PT Solusi Bangun Andalas menginisiasi program Sakeladera. Dalam pelaksanaan, pihak perusahaan kembali menggandeng komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil) yang sebelumnya telah bekerja sama dalam program Sobat Si Abes (Solusi Bangun Andalas Sahabat Pesisir) sejak 2022. Tidak hanya memberi bantuan peralatan pengolah sampah kelapa menjadi cocopeat sebagai alternatif campuran pakan ternak, namun pihak perusahaan juga memberi edukasi dan pendampingan menyeluruh kepada Basagemil, serta ikut menyosialisasikan kepada masyarakat sehingga program dapat diterima dan berjalan dengan baik.

    Baca Juga :  Tempat Menyimpan Produk Perikanan Dalam Ranwal RPJMD Lamongan 2025-2029

    Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, program Sakeladera adalah wujud komitmen SIG terhadap pembangunan berkelanjutan yang sesuai dengan pilar keberlanjutan pihak perusahaan yakni, ‘Perlindungan terhadap Lingkungan dan Menciptakan Nilai untuk Karyawan dan Komunitas’ dalam Sustainability Roadmap SIG 2030.

    “Sustainability Roadmap SIG 2030 merupakan panduan strategis bagi seluruh entitas bisnis SIG dalam mewujudkan komitmen keberlanjutan, yang memuat strategi dan indikator kinerja keberlanjutan secara komprehensif dan aplikatif,” ujar Vita.

    “Program Sakeladera PT Solusi Bangun Andalas selaku unit usaha SIG, menjadi bukti nyata kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di Aceh,” terangnya.

    Tidak sekedar manfaat, namun program Sakeladera terbukti berhasil memberi dampak positif berganda. Selain timbulan sampah berhasil diturunkan menjadi 20 hingga 24 ton per bulan dari sebelumnya 60 ton per bulan, juga berhasil membantu sejumlah kelompok peternak unggas di Lhoknga, Aceh, dalam menurunkan biaya pakan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

    Selain itu, program Sakeladera juga menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat lokal, sebab melibatkan sebanyak 28 orang dalam proses rantai pasok. Mulai dari pengumpulan sampah kelapa di pantai, proses pemilahan dan pengolahan menjadi cocopeat, hingga untuk distribusi. Produk cocopeat juga telah dinyatakan lulus uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri, terkait kandungan kalsium dan protein yang dimiliki.

    Baca Juga :  Bisnis Berkelanjutan, SIG Raih Penghargaan Dalam Asia Sustainability Reporting Rating 2025

    “Program Sakeladera menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dengan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5. Artinya, setiap Rp1 investasi, menghasilkan Rp2,5 manfaat bagi masyarakat. Kami memberikan apresiasi kepada PT Solusi Bangun Andalas atas inovasi sosial ini, yang telah menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan terbukti berhasil mengatasi kerusakan lingkungan,” ungkap Vita.

    Salah seorang penerima manfaat M Ikhsan menyampaikan, terima kasih atas kehadiran dan kepedulian SIG terhadap masyarakat, khususnya para peternak lokal. Ikhsan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Puyuh Andalas binaan PT Solusi Bangun Andalas menilai, program Sakeladera telah banyak membawa perubahan positif dan berdampak langsung pada kelancaran operasional usaha yang dijalankan oleh kelompoknya.

    “Program Sakeladera sangat inovatif dan memberi banyak manfaat. Program ini telah membawa perubahan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Ikhsan.

    “Sekarang sampah kelapa tidak lagi dibuang percuma. Kami bisa mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi, bahkan membantu menekan biaya produksi pakan ternak. Terima kasih SIG dan PT Solusi Bangun Andalas. Semoga sukses selalu dan terus peduli kepada kami masyarakat,” lanjutnya.

    Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni kebersihan sampah semen indonesia SIG
    Previous ArticleJawaban Bupati Lamongan Terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

    Berita Terkait

    Melalui Layanan Beton MiniMix, SIG Bidik Peluang Renovasi dan Hunian Perkotaan

    20 Juni 2026

    SIG Resmikan Fasilitas Dermaga dan Produksi Untuk Ekspor, Kapasitas Hingga 1 Juta Ton Semen Per Tahun

    12 Juni 2026

    Masberling Binaan PT Petro Oxo Nusantara Lakukan Penguatan Kader dan Pelatihan Mengolah Sampah

    22 Mei 2026

    Desa Randuboto Gresik Dilirik Aktivis Korsel untuk Proyek Toko Tanpa Kemasan Plastik

    22 Mei 2026

    Kolaborasi dengan BRIN, SIG Perkuat Riset untuk Menciptakan Produk dan Layanan Berkelanjutan

    20 Mei 2026

    Semen Gresik Grissee Running Festival 2026, Ada Sebanyak 1.111 Peserta Ambil Bagian

    13 Mei 2026
    Search
    Terkini

    Kontribusi SIG Bagi Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat di Aceh Melalui Pengolahan Sampah

    Jawaban Bupati Lamongan Terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

    Menggelar Gebyar PAUD Lamongan 2026, Dinas Pendidikan Menapaki 3 Ikhtiar Besar Penguatan

    Festival Nasi Krawu KWGe 2026, Bersiap Pecahkan Rekor MURI Dengan 3.000 Bungkus Nasi Krawu

    Ada 7 Administrasi Kependudukan yang Dapat Diurus Saat Festival Tumpeng Nasi Krawu KWGe

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Petrokimia Gresik Berbagi Kebahagiaan Bersama Puluhan Anak Difabel

    24 Juni 2024

    GRESIK – Melalui program ‘Petrokimia Gresik Inspiration Day 2024’ Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota…

    Hadiri Kegiatan Majelis Dzikir, Pak Yes Sebut Majelis Dzikir di Lamongan Telah Berkembang

    Pandanan Mewakili Kabupaten Gresik Lomba Desa Digital Tingkat Nasional

    Berhasil Menurunkan Angka Stunting Secara Drastis, Kabupaten Lamongan Jadi Tujuan Kaji Tiru

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.