Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Petrokimia Gresik Media Awards Raih Penghargaan dari SPS

      3 Agustus 2026

      Petrokimia Gresik Dapat Penghargaan dari Pemkab Berkat Investasi yang Berdampak Luas

      3 Agustus 2026

      Menko AHY Resmikan 166 Hunian Layak Huni untuk Warga di Gresik, Anggota DPRD Jatim Beri Apresiasi

      2 Agustus 2026

      Pak Yes Hadiri Pengukuhan DPD Matra Kabupaten Lamongan Masa Bakti 2026-2031

      1 Agustus 2026

      Petrokimia Gresik juga Mendapat Penghargaan Atas Komitmen Menghadirkan Taman Penitipan Anak

      1 Agustus 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Jawab Kebutuhan Industri dan Buka Peluang Kerja, Pemkab Gresik Dorong Pengembangan Vokasi
    Ekonomi

    Jawab Kebutuhan Industri dan Buka Peluang Kerja, Pemkab Gresik Dorong Pengembangan Vokasi

    RedaksiBy Redaksi19 Juni 20264 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendorong pengembangan vokasi, untuk menjawab kebutuhan industri sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal.

    Upaya tersebut diperkuat melalui kegiatan workshop pengembangan ekosistem vokasi berbasis sinergi industri dan dunia pendidikan, sekaligus monitoring dan evaluasi Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) Kabupaten Gresik, yang dilaksanakan di Ruang Mandala Bhakti Praja, Kantor Bupati Gresik, Jumat (19/6/2026). Mempertemukan unsur pemerintah daerah, KADIN Jawa Timur, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), SMK negeri dan swasta, serta perguruan tinggi vokasi, untuk memperkuat konsep link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.

    Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, pengembangan pendidikan vokasi menjadi salah satu strategi penting Pemkab Gresik menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, serta guna mendukung percepatan penurunan angka pengangguran terbuka dan kemiskinan. Menurutnya, tantangan pembangunan sekarang tidak hanya berkaitan dengan penyediaan lapangan kerja, namun juga memastikan masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan DUDI.

    “Tujuan kami bersama Bupati Gresik jelas yaitu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu caranya adalah, memastikan masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga peluang kerja yang tersedia dapat diisi oleh tenaga kerja lokal,” ujar dokter Alif-sapaan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif.

    Baca Juga :  Sebanyak 126 KDKMP di Gresik Siap Beroperasi, Ikut Diresmikan Presiden Prabowo Secara Serentak

    Sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri, kata dokter Alif, harus dibangun secara berkelanjutan. Karena itu, keberadaan TKDV diharapkan menjadi wadah koordinasi yang mampu menyatukan berbagai program pengembangan SDM, ketenagakerjaan, investasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

    Dia juga mengungkapkan, Bupati Gresik mendorong adanya forum komunikasi rutin antara dunia pendidikan dan industri. Pertemuan yang diharapkan mampu memastikan kurikulum pendidikan vokasi, terus menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan industri yang bergerak cepat.

    “Dunia pendidikan perlu mengetahui kebutuhan industri secara berkala. Sebaliknya, industri juga perlu terlibat aktif agar lulusan yang dihasilkan, benar-benar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan,” tegasnya.

    Selain menyiapkan tenaga kerja, dokter Alif juga mendorong agar pertumbuhan industri memberi dampak lebih luas bagi masyarakat lewat penguatan rantai pasok lokal. Karena menurutnya, kebutuhan industri yang selama ini dipenuhi dari luar daerah, dapat menjadi peluang bagi UMKM dan IKM yang ada di Kabupaten Gresik.

    “Ekosistem ini harus dibangun secara menyeluruh. Tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga membuka peluang usaha baru sehingga pertumbuhan industri dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ucap dokter Alif.

    Ditambahkan oleh dokter Alif, kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kompetensi, tetapi juga kondisi kesehatan dan karakter peserta didik. Sehingga dia mendorong sekolah agar aktif memanfaatkan berbagai program pemeriksaan kesehatan bagi siswa, sebagai bagian dari persiapan menuju dunia kerja.

    Baca Juga :  Ayah di Gresik Tega Setubuhi Anak Kandung Hingga 4 Tahun

    Sementara Ketua KADIN Jawa Timur Adik Dwi Putranto menyampaikan, DUDI memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi. Menurutnya, industri harus menjadi bagian penting dalam memastikan kompetensi lulusan, sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang berlangsung cepat, membuat dunia pendidikan memerlukan informasi akurat mengenai kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja di masa mendatang.

    “Penyelarasan kurikulum harus berangkat dari kebutuhan nyata industri. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan dunia usaha, harus terus diperkuat,” ujar Adik.

    Adik menambahkan, keterlibatan industri tidak cukup hanya pada proses rekrutmen. Namun juga dalam penyusunan kurikulum, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, hingga memberikan pengalaman kerja bagi peserta didik.

    KADIN Jawa Timur juga mengapresiasi langkah Kabupaten Gresik, yang dinilai progresif dalam pengembangan pendidikan vokasi. Bahkan, Gresik menjadi salah satu daerah yang lebih awal dalam membentuk TKDV, sekaligus menyusun strategi daerah pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi.

    Adapun Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik Zainul Arifin menjelaskan, Pemkab Gresik terus memperkuat ekosistem vokasi, melalui penyusunan strategi daerah pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi. Penguatan tersebut salah satunya diwujudkan melalui Peraturan Bupati Gresik nomor 91 tahun 2025, tentang perencanaan strategi daerah pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi di Kabupaten Gresik. Regulasi tersebut menjadi landasan dalam membangun sistem pendidikan dan pelatihan vokasi yang terintegrasi, berkelanjutan, serta selaras dengan kebutuhan DUDI, dan dunia kerja.

    Baca Juga :  Langkah Bupati dan Pemkab Gresik Sambut Momen Lebaran 1446 Hijriyah

    Melalui strategi tersebut, Pemkab Gresik mendorong penguatan kemitraan antara lembaga pendidikan vokasi dan industri, penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi, serta pengembangan sertifikasi kompetensi bagi lulusan vokasi. Sedangkan dalam pengembangan kapasitas SDM, Disnaker Gresik menjalankan program ‘Guru Sinau Industri,’ yang diikuti 60 guru SMK untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai proses kerja di industri.

    Program diharapkan membantu tenaga pendidik memahami perkembangan kebutuhan dunia usaha, sehingga pembelajaran di sekolah dapat semakin relevan dengan kebutuhan lapangan kerja. Pemkab Gresik juga melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi yang telah diikuti sebanyak 450 peserta, dengan 438 peserta dinyatakan kompeten. Dengan ke depan, penguatan sertifikasi kompetensi terus dikembangkan sebagai pendamping ijazah bagi lulusan SMK dan pendidikan vokasi.

    “Kami ingin lulusan pendidikan vokasi tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang menjadi bukti kemampuan sesuai kebutuhan industri,” harap Zainul.

    dinas tenaga kerja gresik gresik Kabupaten Gresik pemkab gresik Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif
    Previous ArticleSebanyak 2.057 Personel Gabungan Siap Amankan Kegiatan Bulan Suro di Kabupaten Lamongan
    Next Article Bupati Lamongan; Masa Depan Bukan Tentang AI, Tapi Kemampuan Mengintepretasi juga Karakter

    Berita Terkait

    Petrokimia Gresik Dapat Penghargaan dari Pemkab Berkat Investasi yang Berdampak Luas

    3 Agustus 2026

    Menko AHY Resmikan 166 Hunian Layak Huni untuk Warga di Gresik, Anggota DPRD Jatim Beri Apresiasi

    2 Agustus 2026

    Petrokimia Gresik juga Mendapat Penghargaan Atas Komitmen Menghadirkan Taman Penitipan Anak

    1 Agustus 2026

    Pemkab Gresik Melalui Dinas KBPPPA Luncurkan Gerakan Remaja Sebagai Agen Perubahan

    30 Juli 2026

    Kebahagiaan Abang Becak Saat Menerima Bantuan dari Petrokimia Gresik

    29 Juli 2026

    Harapan Pemkab Gresik Usai Pengurus IKA Unair Masa Bakti 2025-2030 Dilantik

    29 Juli 2026
    Search
    Terkini

    Petrokimia Gresik Media Awards Raih Penghargaan dari SPS

    Petrokimia Gresik Dapat Penghargaan dari Pemkab Berkat Investasi yang Berdampak Luas

    Menko AHY Resmikan 166 Hunian Layak Huni untuk Warga di Gresik, Anggota DPRD Jatim Beri Apresiasi

    Pak Yes Hadiri Pengukuhan DPD Matra Kabupaten Lamongan Masa Bakti 2026-2031

    Petrokimia Gresik juga Mendapat Penghargaan Atas Komitmen Menghadirkan Taman Penitipan Anak

    Load More
    Berita Lainnya
    Hukum

    Kejari Gresik Beri Penyuluhan Hukum Kades dan Perangkat se-Kecamatan Driyorejo

    12 Agustus 2024

    MINATBACA.com – Asosisasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Driyorejo, Gresik, menggelar kegiatan penyuluhan hukum dengan mengundang…

    Petrokimia Volleyball Academy Raih Juara Nusantara Cup 2024

    Polres Lamongan Beri Penghargaan Kepada AKBP Totok Wijanarko, Juga Untuk Warga Berprestasi

    Siap Mendukung Eksistensi Pertanian, Komisi Irigasi Lamongan Dikukuhkan

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.