Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Program Pemkab Gresik dari DBHCHT Disambut Baik Masyarakat

      16 Juli 2026

      Bentuk Apresiasi, Gubernur Jawa Timur dan Menteri Lingkungan Hidup Kunjungi SMAN 1 Gresik

      15 Juli 2026

      Pelabuhan Terbaik Nasional Berhasil Diraih TUKS Milik Petrokimia Gresik

      15 Juli 2026

      Bupati Lamongan Buka TMMD ke-129, Fokus Pada Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Desa

      15 Juli 2026

      Lagi, Sebanyak 3.040 Batang Rokok Ilegal Ditemukan di Lamongan

      15 Juli 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Strategi Pengamanan Bahan Baku Diperkuat Petrokimia Gresik Guna Menghadapi Gejolak Global
    Ekonomi

    Strategi Pengamanan Bahan Baku Diperkuat Petrokimia Gresik Guna Menghadapi Gejolak Global

    RedaksiBy Redaksi1 April 20263 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Di tengah gejolak yang terjadi di Timur Tengah, Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, memperkuat strategi pengamanan pasokan sulfur sebagai komoditas strategis bagi industri pupuk dan kimia nasional.

    Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pihak perusahaan dalam menjaga ketahanan pangan nasional, serta mendukung kemandirian industri dalam negeri. Seperti yang disampaikan Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, pada saat menjadi pembicara dalam konferensi internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2026 di Bali, Selasa (31/3/2026).

    “Sekitar 33 persen perdagangan sulfur dunia atau 20 juta ton per tahun berasal dari kawasan Teluk Persia, dan Indonesia masih mengimpor lebih dari 75 persen kebutuhan sulfur dari kawasan Timur Tengah. Konflik geopolitik dan gangguan jalur logistik global, dapat mempengaruhi harga dan pasokan sulfur dunia,” ujar Daconi.

    Baca Juga :  Petrokimia Gresik Siapkan 441.581 Ton Pupuk Bersubsidi, di Awal Musim Tanam Okmar

    Di sisi lain, kebutuhan asam sulfat nasional terus meningkat dan saat ini mencapai sekitar 19 juta ton per tahun, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pupuk dan industri hilirisasi mineral, khususnya nikel. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat permintaan sulfur dunia, sehingga sulfur menjadi komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan juga ketahanan industri nasional.

    Daconi menjelaskan, Petrokimia Gresik bukan hanya bagian dari rantai pasok sulfur, tetapi juga bagian dari solusi bagi industri nasional. Petrokimia Gresik memiliki pabrik asam sulfat dengan kapasitas produksi mencapai 1,8 juta ton per tahun, yang terintegrasi dengan proses produksi pupuk dan produk kimia lain.

    “Kami memiliki fasilitas pengolahan sulfur menjadi asam sulfat, yang terintegrasi dengan proses produksi pupuk dan produk kimia. Melalui fasilitas ini, Petrokimia Gresik juga berkontribusi pada penguatan pasokan bahan baku industri dalam negeri,” terangnya.

    Baca Juga :  Dorong Kualitas Budidaya Perikanan, Petrokimia Gresik Gelar Lomba 'Petro Fishtival Gogoh Iwak'

    Menurut Daconi, dinamika geopolitik global yang terjadi turut mempengaruhi pasokan dan harga sulfur dunia, sehingga menuntut pihak perusahaan untuk memperkuat strategi pengamanan pasokan bahan baku, melalui penguatan supply chain dan optimalisasi kapasitas produksi domestik.

    Untuk itu, Petrokimia Gresik melakukan sejumlah langkah strategis di antaranya, diversifikasi sumber pasokan sulfur, penguatan kontrak jangka panjang untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta penguatan infrastruktur penyimpanan dan distribusi bahan baku.

    “Langkah ini penting untuk menjaga ketahanan industri pupuk dan kimia nasional, mengingat sulfur dan asam sulfat merupakan bahan baku utama dalam produksi pupuk fosfat dan NPK, serta digunakan dalam berbagai industri seperti pengolahan logam, pengolahan air, dan industri kimia lainnya,” kata Daconi.

    Baca Juga :  Milenial Petrokimia Gresik Gali Aspirasi dan Kampanye Pemupukan Berimbang

    Dia menambahkan, saat ini Indonesia menjadi pusat permintaan global untuk sulfur yang didorong oleh kebijakan hilirisasi mineral, ekspansi rantai pasok baterai nikel seiring pertumbuhan produksi baterai kendaraan listrik (EV) yang meningkatkan kebutuhan sulfur, terutama untuk proses high-pressure acid leaching (HPAL) yang menggunakan asam sulfat dalam jumlah besar, serta penerapan regulasi lingkungan semakin ketat yang turut meningkatkan kebutuhan pengolahan berbasis sulfur.

    “Kami terus melakukan upaya optimal dalam menjaga keberlangsungan produksi melalui penguatan supply chain dan kapasitas domestik, sehingga kebutuhan pupuk nasional dapat tetap terpenuhi dengan baik sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional,” tutur Daconi.

    Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob NPK Petrokimia Gresik pupuk Swasembada Pangan Nasional
    Previous ArticleBuka Musrenbang, Bupati Lamongan Ingin Program Lebih Manfaat dan Berdampak Untuk Masyarakat
    Next Article Wabup Gresik Dorong Pelaku Usaha Kecantikan Adaptif dan Inovatif

    Berita Terkait

    Pelabuhan Terbaik Nasional Berhasil Diraih TUKS Milik Petrokimia Gresik

    15 Juli 2026

    Ketika Pegawai Petrokimia Gresik Menginspirasi dan Berbagi Pengalaman Kepada Para Pelajar

    14 Juli 2026

    Petrokimia Gresik Meraih Tiga Penghargaan Dalam Ajang yang Diselenggarakan PR Indonesia

    13 Juli 2026

    Ini yang Disampaikan Direktur Utama Saat Memimpin Upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik

    11 Juli 2026

    Petronite Fest 2026 Gelaran Petrokimia Gresik Catat Perputaran Uang Mencapai Rp14,4 Miliar

    9 Juli 2026

    Gelaran Petronite Fest 2026 Hajatan Petrokimia Gresik Buat Omzet UMKM Meningkat

    6 Juli 2026
    Search
    Terkini

    Program Pemkab Gresik dari DBHCHT Disambut Baik Masyarakat

    Bentuk Apresiasi, Gubernur Jawa Timur dan Menteri Lingkungan Hidup Kunjungi SMAN 1 Gresik

    Pelabuhan Terbaik Nasional Berhasil Diraih TUKS Milik Petrokimia Gresik

    Bupati Lamongan Buka TMMD ke-129, Fokus Pada Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Desa

    Lagi, Sebanyak 3.040 Batang Rokok Ilegal Ditemukan di Lamongan

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Tanggap Darurat Gempa Bawean, Ini Arahan dari Kepala BNPB Pusat

    25 Maret 2024

    GRESIK – Pasca gempa M 6,5 yang melanda Pulau Bawean, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani…

    Upaya Satlantas Polres Gresik Cegah Kecelakaan Terhadap Para Siswa

    Bantuan Irigasi SIG Turut Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Tuban

    SBI Alokasikan Separuh Area Pabrik Cilacap Sebagai Hutan Kota

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.