MINATBACA.com – Pemerataan pembangunan infrastruktur agar masyarakat semakin nyaman beraktivitas, sekaligus mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan pergerakan ekonomi daerah terus diupayakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan.
Melalui program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula), Pemkab Lamongan menargetkan perbaikan sepanjang 41.515 meter yang tersebar di 57 ruas jalan pada tahun 2026. Di mana hingga Selasa (13/10/2026), sebanyak 45 ruas dengan total panjang 33.049 meter telah rampung dikerjakan, atau setara dengan sekitar 70 persen dari total panjang jalan yang ditargetkan di tahun 2026.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, pembangunan infrastruktur melalui berbagai program pemerintah perlu diarahkan agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program dari pemerintah pusat, seperti Inpres Jalan Daerah (IJD) dan Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), akan disinergikan dengan program prioritas daerah, termasuk Jamula.
“Program-program ini harus saling mendukung dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. Pembangunan melalui IJD dan PISEW akan kita sinergikan dengan Jamula, agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.
Hal tersebut disampaikan Pak Yes pada saat mendampingi kunjungan kerja dalam rangka meninjau pembangunan infrastruktur yang mendapat dukungan program pemerintah pusat anggota DPR RI Komisi V Fraksi Golkar Ali Mufthi, anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib, anggota Komisi IV DPR RI Eko Wahyudi, serta Kepala OPD terkait di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Lamongan, Rabu (14/10/2026).
Di Kecamatan Kedungpring, peninjauan dilakukan pada ruas jalan Sidomlangean–Nglebur melalui program PISEW, meliputi pembangunan sepanjang 360 meter di Sidomlangean dan 180 meter di Nglebur. Pada ruas Kedungbanjar–Kedungdadi, pekerjaan mencakup 271 meter di Kedungbanjar dan 150 meter di Kedungdadi.
Program PISEW merupakan program strategis pemerintah pusat, yang bertujuan mendukung pembangunan infrastruktur sosial ekonomi wilayah. Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas ekonomi dan pertanian.
Ali menyampaikan, program PISEW memiliki peran penting dalam mendorong kegiatan ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian. Infrastruktur yang memadai akan membantu memperlancar mobilitas petani dan distribusi hasil produksi. Selain PISEW, pembangunan jalan di Lamongan juga mendapat dukungan melalui program IJD. Salah satu di antaranya pada ruas Made–Plembon dengan panjang penanganan 1.900 meter, yang saat ini berada dalam tahap lelang.
Kabupaten Lamongan menjadi salah satu daerah prioritas penopang lumbung pangan nasional, khususnya produksi padi. Karena itu, peningkatan kualitas jalan menjadi bagian penting dalam mendukung konektivitas kawasan pertanian dan distribusi hasil panen. Sehingga ke depan, Pemkab Lamongan juga akan memperkuat pembangunan infrastuktur melalui program ‘Lamongan Menyala,’ dengan pemasangan ribuan titik lampu penerangan jalan. Program diharapkan melengkapi peningkatan infrastruktur jalan, sehingga mobilitas masyarakat semakin aman dan nyaman.


