MINATBACA.com – Bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, dalam rangka untuk memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan daerah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), juga irigasi perpompaan dan perpipaan. Dilakukan secara simbolis oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan), bertempat di halaman Kantor Bupati Gresik, Jumat (17/7/2026).

Bantuan meliputi 2 unit traktor roda empat, 1 unit traktor roda dua, 1 unit pompa air, bantuan irigasi perpompaan kepada 27 kelompok tani/gapoktan, serta bantuan irigasi perpipaan kepada 3 kelompok tani/gapoktan. Di mana program irigasi perpompaan memiliki nilai Rp155,7 juta per unit, sedangkan irigasi perpipaan masing-masing senilai Rp97 juta.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bantuan bukan sekadar penyaluran sarana produksi, melainkan bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan melalui modernisasi sektor pertanian. Terlebih produktivitas pertanian di Kabupaten Gresik terus menunjukkan tren positif, sehingga perlu didukung teknologi serta infrastruktur pengairan yang memadai.

“Alhamdulillah, produktivitas pertanian Gresik sampai hari ini terus meningkat. Bantuan dari Kementerian Pertanian ini menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus meningkatkan produktivitas petani di Kabupaten Gresik,” ujar Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Gus Yani menegaskan, tantangan terbesar sektor pertanian saat ini adalah perubahan iklim. Karena itu, dirinya berpesan supaya kolaborasi antara Dinas Pertanian dengan Pekerjaan Umum diperkuat untuk memetakan potensi lahan, sekaligus memperluas layanan irigasi melalui pompanisasi dan perpipaan. Terutama di wilayah yang masih memiliki peluang peningkatan luas tanam, seperti di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang.

“Ini adalah inovasi pemerintah untuk menjawab tantangan perubahan iklim. Ketika Dinas Pertanian dan Dinas PU (Pekerjaan Umum) berkolaborasi dengan baik, persoalan air bisa dijawab melalui irigasi perpompaan maupun irigasi perpipaan, sehingga lahan yang sebelumnya bergantung pada hujan dapat kembali produktif,” kata Gus Yani.

Menurut Gus Yani, berbagai kebijakan pemerintah pusat juga semakin memberikan optimisme bagi petani. Stabilnya harga hasil panen selama hampir dua tahun terakhir, disertai semakin mudahnya akses terhadap pupuk bersubsidi, menjadi dorongan bagi petani untuk terus meningkatkan produksi pangan.

“Harga pasca panen sekarang stabil, sehingga petani tidak dirugikan. Persoalan pupuk juga semakin baik, akses pupuk subsidi semakin mudah dengan harga yang terjangkau. Ini memberikan semangat bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas pangan,” imbuhnya.

Pemkab Gresik melalui Dinas Pertanian, memiliki komitmen untuk terus mendorong transformasi sektor pertanian melalui modernisasi. Pemanfaatan alsintan dan juga penguatan infrastruktur irigasi diharapkan, mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, menekan biaya produksi, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Dengan tujuan utama mendukung ketahanan pangan, sekaligus turut mensejahterakan para petani.

Exit mobile version