MINATBACA.com – Ada beberapa hal yang menjadi fokus pemerintah, dalam rangka agenda pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai salah satu strategi untuk merealisasikan target ekonomi Indonesia tahun 2045.

Yakni, pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata melalui akselerasi pembangunan kawasan timur Indonesia, menekankan keberlanjutan pembangunan sebagai prinsip mewujudkan kota hemat energi, pemanfaatan energi terbarukan, hingga rendah emisi karbon.

“Sebagai salah satu Kementerian yang diberi tugas untuk pembangunan IKN, Kementerian PUPR ingin mendorong pasokan sumber daya material dan peralatan konstruksi berbasis industri dalam negeri, yang mampu mendukung prinsip pembangunan infrastruktur berkelanjutan,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, dalam keterangan tertulis, Senin (3/6/2024).

Salah satu realisasi terbaru yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk memastikan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di IKN adalah, melalui penandatanganan kerja sama antara PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dengan PT Bina Karya (Persero) (Bina Karya), dalam rangka penyediaan solusi bahan bangunan.

Agenda tersebut dilakukan oleh Direktur Utama SIG Donny Arsal dan Direktur Utama Bina Karya Boyke Prasetyanto, bertempat di The East Tower, Jakarta, Kamis (30/5/2024). Tidak hanya kerja sama dalam penyediaan solusi bahan bangunan, namun juga termasuk produk berbahan dasar semen, green cement, produk turunan semen dan bahan bangunan yang lain.

Green cement dalam proses produksi menghasilkan emisi gas rumah kaca (emisi karbon) lebih rendah, jika dibandingkan semen konvensional (OPC) meski tetap memberikan kinerja setara di kelas peruntukannya.

Sebagai contoh hasil karya green cement SIG, semen hidraulis untuk proyek-proyek infrastruktur dan aplikasi turunan semen (misal paving porous untuk solusi air tergenang, SpeedCrete untuk solusi beton cepat kering). Semen PCC untuk infrastruktur umum dan soil stabilizer, slag cement untuk marine structure, highrise building dan bendungan, serta semen masonry untuk aplikasi non-struktural.

Green cement hasil karya SIG sejauh ini telah menghasilkan penurunan emisi karbon sampai dengan 38 persen per ton semen, lebih rendah dibandingkan OPC. Kesiapan SIG dalam menyediakan green cement, juga diharapkan dapat menjawab kebutuhan solusi bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, kerja sama tersebut juga mencakup pemanfaatan aset dan sumber daya pendukung kegiatan bisnis di IKN dan daerah mitra yang dikelola oleh kedua belah pihak, serta potensi kerja sama lainnya.

“Selain memiliki portofolio produk-produk dan solusi bahan bangunan rendah karbon, SIG memiliki keunggulan jaringan produksi dan distribusi yang ekstensif yang mampu memenuhi kebutuhan pembangunan di seluruh wilayah di Indonesia,” kata Donny.

“Maka, selain produk berkualitas dan rendah karbon, SIG juga memberi nilai tambah efisiensi untuk jaminan ketersediaan pasokan dan pengiriman yang tepat waktu,” tambahnya.

Sejak Desember 2022, SIG dipercaya memasok bahan bangunan untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur IKN. Hingga Februari 2024, SIG telah memasok sekitar 400 ribu ton semen dari fasilitas di Balikpapan dan juga Samarinda, yang secara geografis dekat dengan lokasi proyek.

Jalinan kerja sama dengan Bina Karya, ditargetkan bakal menjadi katalis yang menjadikan SIG sebagai penyedia bahan bangunan dalam kategori green, atas penerapan prinsip-prinsip ESG pada proses produksi dan rantai pasokannya.

Diketahui, bahwa estimasi kebutuhan material dan peralatan konstruksi di IKN periode tahun 2022 hingga 2024 di antaranya, material semen sebesar 1,94 juta ton dan material beton pracetak dan prategang sebesar 748.000 ton.

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, mendorong pemenuhan kualitas kebutuhan material terstandarisasi untuk menghasilkan konstruksi/infrastruktur berkualitas dan sesuai umur rencana, mendukung transformasi industri konstruksi 4.0 dengan mendorong peningkatan penggunaan sumber daya material dalam negeri.

“Kami harap, melalui kerja sama ini, semua bangunan di Nusantara tidak hanya mengusung konsep green building, tapi juga green construction karena menggunakan bahan bangunan ramah lingkungan,” ujar Direktur Utama Bina Karya, Boyke Prasetyanto.

Dalam pembangunan insfrastruktur IKN Nusantara, produk bahan bangunan SIG digunakan untuk berbagai paket pekerjaan. Seperti Istana Negara, Kantor Presiden dan Lapangan Upacara yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), hingga Jalan Tol IKN Seksi 3A (Karangjoang-KKT Kariangau).

Ada pula Seksi 3B (KKT Kariangau-Simpang Tempadung) dan Seksi 5A (Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang). Keberadaan jalan tol yang akan terhubung dengan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda tersebut, diharapkan mempersingkat jarak tempuh dari Balikpapan menuju KIPP IKN dari sebelumnya sekitar 2 jam menjadi 45 menit saja.

Selain itu, produk semen SIG juga digunakan untuk infrastruktur pendukung KIPP yaitu, Bendungan dan Intake Sepaku yang akan berfungsi sebagai sarana penunjang mencukupi kebutuhan air baku, bersumber dari Sungai Sepaku yang berfungsi sebagai pengendali banjir di IKN.

Exit mobile version