MINATBACA.com – Supaya bantuan sosial (bansos) dapat tepat sasaran, pemerintah mengintegrasikan berbagai basis data melalui aplikasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik Muchamad Zaifudin mengatakan, DTSEN merupakan penggabungan sejumlah data. Mulai dari Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), hingga data kemiskinan ekstrem, kini terpusat dalam satu sistem nasional.

“Memang data masih dalam tahap penyempurnaan (DTSEN saat ini). Masih ditemukan masyarakat kita yang benar-benar miskin, namun justru masuk pada desil 6 sampai 10,” ujar Zaifudin.

Sehingga Zaifudin mengimbau, para operator desa supaya rutin melakukan verifikasi dan validasi (verval) data warga. Langkah ini dinilai penting, agar seluruh bansos yang diberikan oleh pemerintah dapat benar-benar tepat sasaran.

Zaifudin lantas menjelaskan, jika Kabupaten Gresik juga memiliki aplikasi lokal bernama GresikSoya. Aplikasi untuk basis data kemiskinan versi daerah yang hampir serupa dengan DTSEN, namun disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat Gresik.

“Jadi GresikSoya ini justru lebih valid, karena mengacu pada DTSEN dan menyasar masyarakat miskin yang belum masuk desil. Atau masyarakat miskin yang berada di desil 6 sampai 10,” jelasnya.

Berdasarkan jumlah data di GresikSoya, sebanyak 142.107 orang termasuk dalam data miskin di Kabupaten Gresik tahap dua periode tahun 2025. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada operator desa untuk lebih aktif melakukan verval, agar kondisi ekonomi warga tercatat sesuai fakta yang ada.

“Kalau memang miskin harus masuk desil 1 sampai 4, dan jika sudah mampu atau kaya masuk di desil 6 sampai 10. Data ini harus dinamis,” ucap Zaifudin.

Untuk masuk dalam sistem GresikSoya, terdapat 21 indikator yang digunakan. Mulai dari kategori sangat miskin, miskin, pra sejahtera, hingga mampu. Proses pendataan dilakukan secara langsung melalui kepala desa, Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) dengan metode door to door ke rumah warga.

“Kami berharap, Dinas Sosial Kabupaten Gresik lebih intens turun ke desa-desa untuk melakukan evaluasi dan pembaharuan data DTSEN secara berkala. Sehingga penyaluran bantuan sosial ke depan, benar-benar tepat sasaran dan adil bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Zaifudin.

Exit mobile version