MINATBACA.com – Kabupaten Gresik dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur (Jatim) Tahun 2026.
Kegiatan berlangsung di Hotel Aston Gresik, mulai Jumat (8/5/2026), dengan dibuka oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Acara juga turut dihadiri jajaran pengurus pusat maupun wilayah IDI di antaranya, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Kolonel Laut (Purn) dr. Wiweka, Wakil Sekretaris Jenderal PB IDI dr Suroso Agus Widodo, serta Ketua IDI Wilayah Jatim dr Sutrisno.
Tidak hanya mereka, namun turut hadir pula Ketua Dewan Pakar Perhimpunan Dokter Umum Indonesia dr Rudy Sapoelete, Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran dr Ario Djatmiko, Ketua Majelis Pengembangan Pelayanan Keprofesian dr Christrijogo Soemartono Waloejo, Ketua Dewan Pertimbangan IDI dr Abdul Fatah, Ketua MKEK dr Poernomo Boedi Setiawan, serta seluruh peserta Muswil dari 34 cabang IDI se-Jawa Timur.
Saat menyampaikan sambutan, Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan untuk Kabupaten Gresik, yang dipercaya sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan Muswil IDI Jatim tahun ini. Sebab dia menilai, agenda Muswil IDI Jatim yang dilaksanakan, menunjukkan kuatnya kultur demokrasi di tubuh organisasi profesi kedokteran.
“Melihat dinamika dalam forum ini, saya sangat terkesan. Organisasi sebesar IDI mampu menunjukkan proses demokrasi yang hidup, dinamis, namun tetap menjunjung tinggi etika dan profesionalitas,” ujar Gus Yani.
Dalam pemikiran Gus Yani, IDI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun sistem layanan kesehatan yang semakin kuat dan merata. Sekaligus menegaskan, Pemkab Gresik terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan, salah satunya melalui program pembiayaan pendidikan dokter spesialis melalui APBD, untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis di wilayah yang masih mengalami keterbatasan layanan kesehatan, terutama di kawasan kepulauan seperti Bawean.
“Kami menyiapkan pembiayaan pendidikan dokter spesialis secara gratis melalui APBD, dengan harapan setelah lulus para dokter ini kembali mengabdi di daerah yang membutuhkan, khususnya Bawean,” ujar Gus Yani.
Dia lantas mengungkapkan, jika persoalan distribusi dokter sampai saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi seperti IDI menjadi sangat penting.
Selain isu distribusi tenaga medis, Gus Yani juga menyoroti fenomena meningkatnya persoalan kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi muda. Dengan menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dan penanganan kolaboratif lintas sektor.
“Fenomena gangguan kesehatan mental pada usia muda, kini menjadi tantangan nyata. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, kami membutuhkan kolaborasi erat bersama IDI untuk menjawab persoalan ini,” katanya.
Sementara dr Sutrisno menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Gresik, atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan Muswil. Dia menilai, Jatim selama ini menjadi wilayah yang sangat solid dalam menjaga dinamika organisasi profesi.
“Setiap agenda besar IDI, kabupaten dan kota di Jawa Timur selalu antusias menjadi tuan rumah. Ini menandakan, kekuatan organisasi yang luar biasa,” kata Sutrisno.
Pada kesempatan yang sama, Sutrisno juga sempat memaparkan jika saat ini Jatim memiliki lebih dari 21.000 orang dokter. Dengan rincian, sekitar 16.000 dokter umum, dan lebih dari 6.000 dokter spesialis. Termasuk sebanyak 450 rumah sakit yang tersebar di berbagai daerah, yang siap memberi pelayanan maksimal untuk masyarakat.
Meski demikian, dia menegaskan, distribusi dokter masih belum merata. Sebab sejumlah wilayah masih membutuhkan tambahan tenaga kesehatan, sementara di sisi lain banyak dokter muda yang belum memperoleh penempatan kerja tetap. Karena itu, dia berharap pemerintah daerah dapat terus memperluas peluang penyerapan tenaga medis.
Wakil Ketua Umum PB IDI Kolonel Laut (Purn) dr Wiweka menambahkan, IDI merupakan mitra strategis pemerintah dalam penguatan sistem kesehatan nasional.
“IDI bukan oposisi pemerintah. Kami adalah mitra strategis yang hadir untuk bersama-sama mencari solusi bagi pelayanan kesehatan masyarakat,” tegas Wiweka.
Dia pun menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental tenaga kesehatan, perlindungan dokter muda, serta penguatan disiplin organisasi, di tengah dinamika profesi kedokteran yang terus berkembang.
Adapun Muswil IDI Jatim 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung Jumat hingga Minggu (10/5/2026), dengan diikuti sebanyak 156 peserta dari 34 cabang IDI se-Jawa Timur, serta 30 peserta dari 21 perhimpunan dokter spesialis.


