MINATBACA.com – Secara simbolis Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) diresmikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, di Balai Desa Kedungsumber, Kecamatan Balongpanggang, Rabu (16/9/2026).
Tidak sekedar peresmian, namun pembinaan juga diberikan oleh Ning Nurul-sapaan Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, dalam kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik dr Mukhibatul Khusnah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gresik Abu Hassan, serta Plt Camat Balongpanggang Dedi.
“Posyandu 6 SPM ini melingkupi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum). Cakupan pelayanan diperluas, karena permasalahan yang dihadapi masyarakat di lapangan sangat beragam,” ujar Ning Nurul.
Dengan demikian, Posyandu diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyerap aspirasi dan aduan masyarakat. Sehingga warga datang ke posyandu tidak hanya sekedar untuk memeriksakan kesehatan balita maupun ketika ibu hamil, namun juga dapat menyampaikan berbagai persoalan sosial yang dialami atau terjadi di wilayahnya.
Adapun layanan Posyandu 6 SPM, di antaranya mencakup pendataan anak berkebutuhan khusus (disabilitas), penanganan anak putus sekolah, bantuan sosial (Bansos), hingga usulan infrastruktur seperti perbaikan jalan poros desa.
”Hari ini kita belajar bersama, bahwa transformasi ini mengarah pada pelayanan masyarakat yang lebih baik,” ucap Ning Nurul.
“Jangan khawatir dengan banyaknya aduan yang masuk. Jika dilaksanakan secara rutin, data aduan ini menjadi dasar pengajuan program pembangunan, sehingga tidak ada warga yang tertinggal,” tambahnya.
Selain masalah pelayanan dasar, Ning Nurul juga menyoroti isu pengelolaan sampah yang menjadi perhatian nasional. Menurutnya, penanganan sampah harus dimulai dari tingkat individu dan keluarga, melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
”Sampah kini punya nilai ekonomis jika dikelola dengan benar, misalnya dipilah menjadi kompos atau daur ulang. Ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Edukasi perubahan perilaku masyarakat memang tidak mudah, namun harus terus kita dorong,” terangnya.
Kepala UPT Puskesmas Balongpanggang dr Masrizal menambahkan, revitalisasi posyandu menjadi garda terdepan dalam deteksi dini masalah kesehatan di tingkat desa.
“Posyandu bukan lagi sekadar tempat menimbang bayi. Dengan penerapan 6 SPM ini, kita ingin memastikan seluruh warga desa se-Kecamatan Balongpanggang, mulai dari janin hingga lansia, mendapatkan pemantauan kesehatan yang berkualitas dan terstandarisasi,” kata Masrizal.
Sementara Kepala Desa Kedungsumber Wahono Yudho mengatakan, kegiatan Posyandu 6 SPM bukan sekadar untuk pemenuhan administrasi desa. Namun kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan, pelayanan dasar kepada masyarakat benar-benar berjalan baik.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jajaran Pemerintah Desa, kader Posyandu, PKK, lembaga desa, serta seluruh masyarakat untuk terus bersinergi. Jangan sampai kegiatan ini hanya kita persiapkan ketika ada penilaian, tetapi harus menjadi komitmen dan budaya pelayanan kita sehari-hari,” tutur Wahono.
Wahono juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kader posyandu, dan semua pihak yang selama ini telah bekerja dengan penuh keikhlasan dalam melayani masyarakat.
“Apa yang dilakukan mungkin terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat, dan masa depan Kedungsumber,” tegasnya.
Wahono juga sempat menyampaikan beberapa aspirasi kebutuhan desa, kepada jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang hadir dalam acara. Salah satu di antaranya adalah, pavingisasi dan juga pagar di lingkungan Balai Desa Kedungsumber.
“Kami percaya bahwa pembangunan sarana tersebut bukan hanya memperindah lingkungan balai desa, tetapi merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang pelayanan publik yang layak dan nyaman bagi masyarakat Desa Kedungsumber,” kata Wahono.
Selain itu, Wahono juga sempat memaparkan terkait TPS 3R di Desa Kedungsumber yang telah eksis sejak tahun 2021. Sembari berharap dukungan sarana dan prasarana, khususnya alat pemilah dan pengolah sampah, sehingga sampah yang masuk dapat dipilah dengan baik. Termasuk, menjadikan sampah supaya memiliki nilai manfaat maupun ekonomi bagi masyarakat Desa Kedungsumber.


