MINATBACA.com – Petani Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, bersiap mempercepat pelaksanaan Musim Tanam (MT) III.

Pasalnya, selain berhasil melaksanakan panen raya padi pada MT II dengan produktivitas mencapai 11,3 ton per hektare dan harga gabah mencapai Rp8.100 per kilogram. Kesiapan semakin kuat dengan dukungan sarana pengairan yang diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

“Hari ini adalah panen raya padi MT II di Desa Truni. Luasan panen raya padi di Desa Truni adalah 130 hektare, dengan produktivitas rata-rata mencapai 11,3 ton per hektare,” ujar Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

“Bahkan, sejumlah varietas padi di wilayah tersebut mampu menghasilkan produktivitas antara 11 hingga 11,5 ton per hektare, dengan potensi mencapai 12 ton per hektare,” jelas Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat menghadiri panen raya padi dan bawang merah di Lapangan KDMP Desa Truni, Selasa (15/9/2026).

Menurut Pak Yes, Desa Truni menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Lamongan yang menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian, dapat berjalan beriringan dengan diversifikasi komoditas. Selain padi sebagai komoditas utama, pengembangan bawang merah sejak tahun 2018 terus dilakukan, sebagai upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi pertanian di wilayah setempat.

Sementara pada panen raya kali ini, bawang merah dipanen dari luasan sekitar 3 hektare, dengan harga jual berada pada kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram. Sehingga Pak Yes meminta capaian tersebut dapat terus dijaga, dengan mendorong para petani tidak berhenti setelah panen, melainkan segera mempersiapkan musim tanam berikutnya.

“Setelah panen ini, kita berharap segera tanam kembali. Dengan dukungan air yang cukup, MT III harus kita percepat, sehingga lahan tetap produktif dan produksi pertanian terus terjaga,” kata Pak Yes.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Mugito melaporkan, berdasar data hingga 14 September 2026, luas tambah tanam (LTT) padi di Kabupaten Lamongan periode Januari 2026 mencapai 99.473 hektare, dengan Luas Tambah Panen (LTP) mencapai 133.595 hektare. Khusus Desa Truni, LTT padi tercatat 130 hektare. Sementara Kecamatan Babat, luas tanam padi pada Januari–Agustus 2026 mencapai 4.185 hektare, dengan luas panen mencapai 6.681 hektare.

Mugito menambahkan, pengembangan sektor pertanian di Lamongan diarahkan untuk mendukung implementasi program prioritas lumbung pangan nasional sebagai tindak lanjut Asta Cita, khususnya dalam memperkuat kedaulatan pangan.

Beberapa dukungan kemudian diberikan Pemkab Lamongan guna merealisasikan komitmen tersebut, salah satu di antaranya melalui penyediaan benih unggul. Dengan tahun ini, bantuan benih padi telah terealisasi 450.875 kilogram untuk 18.035 hektare. Kemudian bantuan benih jagung terealisasi untuk 13.605 hektare sebanyak 204.075 kilogram, bantuan benih kedelai mencapai 167 hektare sebanyak 8.350 kilogram, serta kacang hijau seluas 150 hektare sebanyak 3.750 kilogram.

Sementara dalam panen raya di Desa Truni, Pemkab Lamongan menyerahkan dukungan sarana pertanian berupa tiga unit irigasi perpompaan (irpom), dua unit pompa 6 dm, satu unit pompa 3 dm, dan satu unit long storage. Bantuan yang diharapkan memperkuat ketersediaan air bagi petani, sekaligus mendukung petani mempercepat pelaksanaan MT III.

Exit mobile version