MINATBACA.com – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada di lingkup Pemerintan Kabupaten (Pemkab) Gresik, didesak Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik Muhammad Syahrul Munir, untuk segera merealisasikan bantuan yang telah diprogramkan.
Hal itu dikarenakan, saat ini sudah mendekati akhir tahun. Dengan Syahrul juga menyoroti, lambatnya proses administrasi dalam pelaksanaan sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Meliputi bantuan keuangan kepada desa, sosial maupun insentif bagi guru, serta dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
“Menjelang akhir tahun anggaran, realisasi program perlu dipercepat, agar tidak ada kegiatan yang akhirnya tidak terlaksana,” ujar Syahrul.
Bahkan Syahrul menegaskan, tidak ada alasan untuk menunda pencairan karena posisi kas daerah per 10 November 2025 masih mencukupi yakni, mencapai Rp701 miliar. Dengan kondisi keuangan yang kuat, Syahrul menilai seharusnya OPD bisa bergerak lebih cepat menuntaskan tanggung jawabnya.
“Program BOSDA, insentif guru, dan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat akan sangat membantu, jika segera direalisasikan. Maka saya tekankan, agar seluruh OPD memaksimalkan kinerja hingga akhir November ini,” tegasnya.
Syahrul juga menekankan, pentingnya kerja cepat dan koordinasi antarbagian administrasi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Sehingga berharap, tidak ada program yang tertunda atau gagal dilaksanakan akibat kelambatan birokrasi.
“Kerja OPD, terutama di sisi administrasi, harus lebih cepat dan tanggap. Jangan sampai dana tersedia, tapi realisasinya justru tersendat,” kata Syahrul.


