MINATBACA.com – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, insan Petrokimia Gresik perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik melakukan aksi nyata.
Tindakan nyata tersebut dilakukan oleh karyawan yang didominasi generasi muda pihak perusahaan, dengan cara menggelar aksi bersih-bersih Pasar Krempyeng Gresik. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan kampanye mengurangi (reduksi) penggunaan plastik sekali pakai kepada pedagang maupun pengunjung pasar, Kamis (5/6/2025).
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kontribusi karyawan untuk masyarakat dan lingkungan. Namun peringatan ini sekaligus menjadi momen bagi Petrokimia Gresik, yang merupakan perusahaan berwawasan lingkungan, untuk menanamkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Dengan harapan, kebijakan-kebijakan yang diambil para generasi muda perusahaan saat menjadi leader nantinya selalu memperhatikan aspek lingkungan.
“Petrokimia Gresik sekarang memiliki road map, baik itu jangka pendek maupun jangka panjang, sebagai komitmen untuk menjaga lingkungan. Contohnya road map dekarbonisasi yang akan dijalankan perusahaan hingga tahun 2060,” ungkap Dwi Satriyo.
“Kesuksesan road map tersebut, nantinya tidak lepas dari kebijakan-kebijakan karyawan muda ini saat menjadi pemimpin. Untuk itu, kita persiapkan mulai hari ini,” tandasnya.
Sementara kegiatan bersih-bersih sampah dan kampanye reduksi penggunaan plastik sekali pakai tersebut, juga selaras dengan tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 yaitu, ‘Hentikan Polusi Plastik.’ Sehingga Dwi Satriyo berharap, kegiatan dapat menginspirasi pedagang dan pengunjung pasar untuk aktif mengurangi penggunaan plastik, utamanya yang sekali pakai.
Sebab sampah plastik, tambah Dwi Satriyo, telah menjadi salah satu tantangan terbesar bagi lingkungan. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan, bila Indonesia menghasilkan lebih dari 60 juta ton sampah per tahun dan sekitar 17 persen di antaranya adalah sampah plastik. Sebagian besar dari sampah tersebut berakhir di laut dan mengancam ekosistem pesisir dan biota laut.
Plastik sekali pakai seperti kantong plastik, sedotan, kemasan makanan dan minuman merupakan kontributor utama dari masalah. Padahal, plastik jenis ini hanya digunakan dalam hitungan menit, namun membutuhkan ratusan tahun untuk terurai secara alami.
“Dalam kegiatan ini, kita tidak hanya membersihkan lingkungan dari sampah, tetapi juga menyuarakan pentingnya mengubah pola pikir dan perilaku dalam penggunaan plastik,” ucap Dwi Satriyo.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik Sri Subaidah mengapresiasi, kontribusi dan kepedulian Petrokimia Gresik terhadap lingkungan yang ada di Gresik. Petrokimia Gresik dinilai oleh Sri Subaidah, merupakan salah satu perusahaan yang aktif dalam membantu pemerintah dalam rangka melestarikan lingkungan.
“Beberapa waktu lalu, kita bersama-sama menanam mangrove dan bersih-bersih pantai di Mengare. Alhamdulillah sekarang kita melakukan aksi nyata untuk lingkungan di Pasar Krempyeng Gresik. Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan, sehingga mampu menginspirasi masyarakat,” harap Sri Subaidah.

