GRESIK – Menjalin kerja sama dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar turnamen sepakbola usia dini bertajuk ‘Freeport Grasroots Tournament (FGT).’ Agenda berlangsung dua hari (27-28/6/2024) di Lapangan Pasopati, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik.

Sebanyak sepuluh tim Sekolah Sepak Bola (SSB) ambil bagian dalam turnamen kali kedua tersebut, dengan agenda serupa pernah dilaksanakan PTFI di Jayapura, Papua. Turnamen tersebut merupakan wujud dukungan penuh PTFI dan PSSI, dalam rangka pengembangan sepak bola usia dini di Indonesia.

Penyelenggaraan turnamen, diharapkan dapat menjadi wadah bagi talenta muda Indonesia dalam menunjukkan kemampuan. Sekaligus memberikan kesempatan dan pengalaman dalam perjalanan mereka, untuk mewujudkan cita-cita sebagai pesepakbola profesional.

Bahkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, mengapresiasi perhelatan turnamen usia dini yang digelar di berbagai daerah dalam rangka mencari bibit dan talenta-talenta potensial di dunia sepak bola. Dengan harapan, dalam mendukung kemajuan sepak bola Indonesia.

“Jika turnamen sepakbola untuk anak-anak bisa digelar di banyak daerah, maka semakin banyak kesempatan yang diperoleh anak-anak daerah lain untuk bermain sepak bola, dengan lebih seru dan lebih menyenangkan. Dengan harapannya jika di akar rumput berjalan baik, maka dampaknya akan bagus untuk sepakbola kita, karena di akar rumput banyak anak-anak sudah terlibat,” ungkapnya.

Sementara Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati, mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang terlibat dalam Freeport Grassroot Tournament di Gresik, yang telah dengan antusias mengikuti gelaran acara.

“Semuanya adalah juara, karena semua sudah berusaha keras dan berjuang. Ini salah satu bentuk perjuangan buat Indonesia juga ya adik-adik,” katanya.

Katri juga menyampaikan terima kasih kepada PSSI, atas kerja sama yang sangat baik untuk pertandingan Timnas maupun kegiatan lainnya, termasuk Grassroot Tournament yang ditujukan kepada anak-anak usia dini yang berkeinginan menjadi pemain sepak bola profesional.

“Jadi adik-adik harus tetap semangat, karena semuanya perlu perjuangan,” ucapnya.

Katri menambahkan, tampil diberbagai turnamen sangat penting bagi anak-anak untuk mengembangkan karakter, mental dan psikologisnya. Sehingga Katri berharap, melalui turnamen yang diselenggarakan menjadikan anak-anak lebih mengenal arti sportifitas, fair play and respect alias saling menghormati, sebagai bagian pengembangan karakter terpenting pesepakbola profesional.

Sebanyak 150 anak-anak kelompok usia 10 hingga 12 tahun mengikuti turnamen, yang dirancang dengan panduan FIFA Grassroots Tournament. Yakni, dengan mengutamakan partisipasi anak-anak bermain dibandingkan kemenangan.

Pelatih juga dapat memainkan semua pemain, tanpa batasan pergantian dan tidak perlu mengkhawatirkan hasil akhir pertandingan. Sehingga anak-anak yang terlibat menjadi peserta, dapat bermain dan bersenang-senang.

Sementara di akhir turnamen, diadakan acara penyerahan sepatu bola kepada seluruh peserta. Agenda penyerahan secara simbolis, dilakukan oleh Katri bersama Wakil Ketua PSSI Ratu Tisha.

Exit mobile version