MINATBACA.com – Antisipasi mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Desa (Pemdes) Kepatihan, Kecamatan Menganti, Gresik, melakukan pengasapan insektisida (fogging) secara mandiri.

Langkah tersebut untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran nyamuk Aedes Aegypti, yang menjadi penyebab penyakit DBD. Adapun fogging tersebut dilaksanakan di empat dusun dan satu wilayah perumahan yang berada di lingkup Desa Kepatihan. Kepala Desa Kepatihan Dodik Soeprayogi mengaku, saat ini angka penderita DBD di Gresik meningkat, untuk itu pihaknya coba mengantisipasi dan mencegah penyebaran nyamuk penyebab penyakit tersebut dengan fogging.

“Pemdes akan melakukan fogging secara mandiri, di seluruh wilayah desa Kepatihan secara bertahap. Pertama fogging dilakukan di beberapa dusun di Desa Kepatihan,” jelas Dodik, Minggu (25/5/2025).

Lebih lanjut Dodik mengatakan, fogging tersebut dilakukan bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran DBD di Desa Kepatihan, sehingga diharapkan jentik nyamuk dan nyamuk dewasa bisa mati, kemudian masyarakat desa setempat terhindar dari penyakit DBD. Tidak hanya melakukan fogging, Dodik juga mengajak masyarakat untuk melakukan 3 M Plus untuk mencegah DBD di antaranya, menguras bak mandi atau penampungan air dan mengubur barang bekas.

“Kemudian menutup tempat penanpungan air dan hindari gigitan nyamuk, dengan memakai kelambu dan obat nyamuk saat tidur. Kami fokuskan fogging di lingkungan padat penduduk,” tambah Dodik.

Fogging dilakukan oleh sejumlah perangkat desa dan relawan lingkungan, di mana pengasapan insektisida serupa akan dilakukan secara menyeluruh sesuai musyawarah bersama.

“Hasil musyawarah bersama, kegiatan fogging dilaksanakan di seluruh wilayah Desa Kepatihan, secara bertahap. Awalnya fogging dilakukan di Dusun Kepatihan, sampai seluruh wilayah desa,” terangnya.

Dituturkan Dodik, kegiatan fogging tersebut murni memakai anggaran Dana Desa (DD), sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat DD pada sektor kesehatan. Selain fogging, Pemdes Kepatihan juga melaksanakan edukasi langsung kepada warga pentingnya membersihkan lingkungan, dengan rutin melakukan pemantauan jentik nyamuk melalui kader jumantik desa.

“Kami akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan bebas dari potensi penyebaran DBD,” kata Dodik.

Exit mobile version