GRESIK – Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, terus berkomitmen untuk memerangi sampah plastik. Adapun komitmen tersebut, terbaru ditampakkan pada saat momen peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024.
Komitmen direalisasikan dengan cara memberikan bantuan mesin pencetak paving berbahan baku plastik, serta melantik relawan aksi bersih pantai (beach clean up) khususnya untuk sampah plastik di Gresik, baru-baru ini.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan, Petrokimia Gresik senantiasa mendukung pemerintah dalam pengelolaan sampah plastik. Sembari berharap, aksi nyata yang dilakukan insan Petrokimia Gresik tersebut mampu menginspirasi masyarakat, sehingga semakin banyak yang tergerak untuk memerangi sampah plastik.
“Pengendalian lingkungan hidup membutuhkan peran aktif dari seluruh pihak, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. Setiap perubahan besar, selalu diawali dari langkah kecil kita,” kata Dwi Satriyo.
“Kami berharap, kegiatan dapat menjadi inspirasi dan meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan dari sampah plastik,” lanjutnya.
Dalam kegiatan beach clean up, karyawan Petrokimia Gresik bersama-sama membersihkan sampah plastik di Pantai Kelurahan Lumpur. Pantai yang lokasinya berada di ring satu perusahaan, serta menjadi tempat berkegiatan bagi nelayan setempat.
“Ada beberapa masyarakat yang turut tergerak, bersama melakukan bersih-bersih pantai. Kami berharap, kegiatan menjadi habit dan membawa perubahan yang baik untuk lingkungan di sekitar perusahaan,” ujar Dwi Satriyo.
Selanjutnya dalam upaya pengelolaan sampah plastik, Petrokimia Gresik sebelumnya juga telah berinovasi dengan membuat mesin pencetak paving. Mesin ini mampu mengubah sampah plastik yang dikumpulkan menjadi paving.
Mesin tersebut diberikan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, dengan harapan supaya dapat dioptimalkan penggunaannya, sehingga mampu mengubah sampah plastik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Dengan pastinya, sampah plastik tidak lagi mencemari lingkungan.
“Perlu diketahui bersama, sampah-sampah yang ada di sekitar kita, tidak hanya sebatas meninggalkan masa padat. Akan tetapi, sampah-sampah ini juga dapat menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), yang apabila tidak dikelola dengan baik keberadaannya. Ini jelas merugikan dan dapat merusak lingkungan,” tandas Dwi Satriyo.
Dwi Satriyo menambahkan, aksi nyata dalam memerangi sampah plastik juga diwujudkan dengan penandatanganan komitmen ‘Zero Plastic’ oleh jajaran manajemen Petrokimia Gresik, yang selanjutnya diikuti oleh karyawan.
Selain itu, Petrokimia Gresik juga meluncurkan program Zero Plastic, yang ditandai dengan penandatanganan pada buku Zero Plastic oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo.
“Memerangi sampah plastik bukan perkara mudah, semua harus dimulai dari kesadaran kita sendiri. Penggunaan plastik saat ini memang belum bisa 100 persen ditinggalkan, setidaknya kita harus lebih cerdas dalam berplastik,” ungkap Dwi Satriyo.
Dalam peringatan hari lingkungan hidup, Petrokimia Gresik juga memberikan bantuan sebanyak 5.200 bibit mangrove kepada DLH Gresik, pelepasan avifauna atau burung dan penanaman tanaman langka.
Selain itu, Petrokimia Gresik menggelar ENCHALL 2.0 (Environmental Challenge) berupa lomba penulisan karya ilmiah terkait green industry untuk mahasiswa jenjang D3/D4/S1, serta lomba e-Write atau penulisan tentang lingkungan untuk karyawan Petrokimia Gresik.
Diramaikan pula dengan lomba Eco-Dropbox challenge, yang merupakan lomba mengumpulkan sampah dapat didaur ulang dan dikelola di dropbox yang disediakan. Juga menggelar sustainability workshop dalam waktu dekat, yang memberikan materi tentang daur ulang limbah domestik dan diperuntukkan bagi anak-anak karyawan Petrokimia Gresik.
“Kami juga sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. Di momen Hari Lingkungan Hidup, Pemkab Gresik memberi penghargaan kepada Petrokimia Gresik karena menjadi perusahaan pendukung Adipura dan Proklim (program komunitas untuk iklim) di Gresik,” pungkasnya.


