MINATBACA.com – Secara simbolis, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyerahkan bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada para penerima.

Penyerahan bantuan berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Rabu (4/2/26). Selain Bupati dan Wabup Gresik, kegiatan penyerahan bantuan untuk tukang becak lanjut usia (lansia) tersebut, juga dihadiri Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Firman Dahlan.

Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, apresiasi atas perhatian yang telah diberikan oleh Presiden Prabowo kepada rakyat kecil. Bantuan becak listrik tersebut, menjadi wujud nyata kehadiran negara dengan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Apa yang dilakukan Bapak Presiden merupakan tindakan yang sangat mulia. Ini adalah bentuk aksi kemanusiaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tanpa harus melalui proses birokrasi yang panjang,” ujar Gus Yani.

Ada sebanyak 200 unit becak listrik yang dibagikan, kepada tukang becak berusia di atas 55 tahun, dengan setiap unit dilengkapi garansi satu tahun. Di mana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik akan menyiapkan fasilitas stasiun pengisian daya, yang akan disebar di beberapa titik untuk mendukung operasional becak listrik.

“Kami berharap, program ini juga dapat mendukung sektor pariwisata. Dengan didukung jalur yang aman bagi pengemudi becak listrik, yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan,” kata Gus Yani.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN Firman Dahlan menjelaskan, program bantuan becak listrik telah dirancang jauh hari. Bahkan, telah disiapkan sebelum Prabowo menjabat sebagai Presiden. Program ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi para pengemudi becak lansia, yang hingga kini masih mempertahankan profesinya demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Mengayuh becak manual tentu sangat berat bagi mereka yang usianya sudah di atas 55 tahun. Melalui bantuan ini, Bapak Presiden ingin menghadirkan kemudahan dan perhatian agar para lansia tetap bisa bekerja, tetap semangat mencari penghasilan, tetap bermartabat, serta mampu bersaing dengan moda transportasi modern,” ungkap Firman.

Salah seorang penerima bantuan Saryudi (73) mengaku, sangat bersyukur atas bantuan becak listrik yang diterima. Selama puluhan tahun, Saryudi menggantungkan hidup dari menarik becak secara konvensional, dengan mangkal di sekitar Alun-Alun dan Masjid Jami Gresik dari pagi hingga malam hari.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat bantuan becak listrik dari Pak Prabowo. Ini sangat membantu,” ucap Saryudi.

Menurut Saryudi, sepanjang hidupnya sebagai pembecak, baru kali ini ia menerima bantuan alat transportasi dari pemerintah. Dia menilai, bantuan tersebut bukan hanya meringankan beban fisik, tetapi juga menjadi bukti nyata perhatian negara kepada masyarakat kecil.

Sebelumnya, Saryudi mengaku masih mampu menghasilkan sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 per hari, setelah bekerja dari pagi hingga selesai salat Isya. Namun seiring bertambahnya usia dan berkurangnya penumpang, penghasilan tersebut kini tak lagi menentu. Saryudi berharap, dengan adanya becak listrik akan dapat membuat dirinya bekerja lebih nyaman dan tetap produktif, tanpa harus memaksakan tenaga.

Exit mobile version