MINATBACA.com – Mitigasi kekeringan pada Musim Tanam (MT) II 2026 berhasil dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, berkat dukungan dan pengelolaan infrastuktur sumber daya air.

Atas capaian tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi seluruh jajaran yang telah berkontribusi dalam menjaga ketersediaan air dalam menghadapi ancaman kekeringan pada MT II, pada saat menghadiri tasyakuran dan awarding di Gedung Graha Tirta Jaya, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Lamongan, Selasa (1/9/2026).

Sebab Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, upaya yang dilakukan tidak akan berhasil menghadapi ancaman kekeringan pada MT II, tanpa didukung oleh pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur pengairan secara berkelanjutan, guna memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian.

“Alhamdulillah, kekeringan di Lamongan pada MT II bisa kita atasi dengan baik. Ini tentu berkat kerja bersama, dan dukungan infrastruktur pengairan yang terus kita bangun,” tutur Pak Yes.

Ketersediaan infrastruktur sumber daya air, menurut Pak Yes, turut andil menjadi bagian penting dalam mempertahankan swasembada pangan yang ada di Kabupaten Lamongan. Terlebih, sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, dengan lebih dari 30 persen PDRB Lamongan ditunjang oleh sektor pertanian.

Pemkab Lamongan, dikatakan oleh Pak Yes, akan terus memperkuat mitigasi kekeringan melalui pembangunan dan revitalisasi infrastruktur sumber daya air. Di antaranya pembangunan embung, revitalisasi waduk, hingga pengembangan biopori sebagai bagian dari upaya konservasi air.

Pak Yes juga meminta target kerja harus dipertajam lagi, lantaran penanganan kekeringan di wilayah Kecamatan Tikung dan Sarirejo masih bersifat penyelesaian sementara. Sehingga pengelolaan air secara berkelanjutan akan terus diperkuat, supaya kebutuhan masyarakat dan pertanian dapat terlayani secara optimal.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas SDABK Lamongan, ketersediaan air baku hingga Bulan Agustus 2026 mencapai 504.101,48 meter kubik. Juga ada sebanyak 44 waduk dan rawa yang ada di Lamongan, yang memiliki total volume tampungan mencapai 116.381.954 meter kubik. Dari jumlah tersebut, volume yang telah terpakai mencapai sekitar 80,4 juta meter kubik (70 persen), sementara volume yang masih tersedia sebesar 35,9 juta meter kubik (30 persen).

Ketersediaan yang mendukung kebutuhan air untuk berbagai sektor, terutama pertanian. Areal tanaman yang menjadi sasaran pengelolaan air meliputi seluas 19.059 hektare tanaman padi, yang terdiri dari 16.02 hektare pada MT II dan 3.038 hektare pada MT III. Ada pula polowijo dengan luasan 5.314 hektare, serta tambak dengan luasan 185 hektare.

Khusus kebutuhan air baku di wilayah Bengawan Jero, suplai diperoleh dari long storage Bengawan Solo. Berdasarkan kondisi ketersediaan air, kebutuhan irigasi pada seluruh Daerah Irigasi (DI) di Kabupaten Lamongan ditujukan untuk mendukung tanaman padi, polowijo, dan tambak, yang secara umum masih relatif mencukupi.

Kepala Dinas SDABK Lamongan Erwin Sulistya Pambudi menambahkan, pengelolaan sumber daya air menjadi bagian strategis dalam mendukung target pembangunan daerah, khususnya penguatan ketahanan pangan. Namun terdapat dua tantangan utama dalam pengelolaan sumber daya air yakni, bagaimana mengelola air ketika musim penghujan sedang berlangsung, sekaligus dapat memastikan ketersediaan air pada saat musim kemarau.

Strategi mitigasi kekeringan juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama BBWS Bengawan Solo, Perum Jasa Tirta, dan PU SDA Provinsi. Juga pemeliharaan sluis di sepanjang Bengawan Solo, normalisasi sungai untuk mendukung long storage air baku irigasi, subsidi silang lintas daerah irigasi, serta pengelolaan air bersama juru pengamat dan P3A, supaya distribusi air dapat tepat sasaran.

Pada kesempatan yang sama, UPTD PSDA Karanggeneng memperkenalkan inovasi SMART yakni, sistem yang dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam pengelolaan air dan juga infrastruktur. Masyarakat juga dapat memanfaatkan fitur pengaduan untuk melaporkan kerusakan maupun bencana, menyampaikan usulan rehabilitasi sungai dan waduk, hingga mengakses pelayanan perizinan baru maupun perpanjangan.

Ada pula pemberian penghargaan, yang dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan inovasi jajaran Dinas SDABK Lamongan. Total ada sebanyak 13 piagam penghargaan insinyur yang diberikan kepada Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala Seksi, hingga staf. Sementara penghargaan Best Innovation, diberikan untuk UPTD PSDA Karanggeneng atas inovasi SMART yang diciptakan.

Exit mobile version