Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Penyaluran Bansos di Desa Tanjung Kedamean Dipastikan Tepat Sasaran

      12 September 2026

      Selama 3 Hari ke Depan, Ada Kegiatan Extranas ke-8 Tahun 2026 Dilaksanakan di Kabupaten Lamongan

      11 September 2026

      Petrokimia Gresik Bersama MIND ID dan PTFI Bahas Rencana Peningkatan Pasokan Bahan Baku Pupuk

      11 September 2026

      Wabup Gresik Apresiasi Tim Robot Bawah Air UMG yang Bakal Berlaga di Final Kontes Kapal Indonesia

      11 September 2026

      Bupati Lamongan Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2026

      10 September 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Budaya»Behind the Story : Kisah Pemupuk Tunas Wayang Petro
    Budaya

    Behind the Story : Kisah Pemupuk Tunas Wayang Petro

    adminBy admin16 Agustus 20262 Mins Read121 Views
    Facebook Telegram WhatsApp
    Suasana latihan di Sanggar Mahesa Kencana selalu diselimuti rasa guyub yang kental. Sebagian besar para pengrawit di sini merupakan para pensiunan karyawan Petrokimia Gresik yang menolak untuk berhenti berkarya.
    Di usia senja, mereka terus merawat kecintaan akan budaya Jawa, sekaligus menjadi pilar penopang ritme yang membimbing langkah awal anak-anak dalang cilik.
    Saat jam kerja usai, lelah pabrik tidak membuatnya lekas pulang. Di Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik, Bagas bertransformasi menjadi seorang guru. Di tengah gempuran dunia digital, ia meluangkan waktu berharga untuk menularkan filosofi, teknik sabetan, dan vokal kepada tiga dalang cilik masa depan.
    Bagas Septiawan berlatih wayang di Sanggar Maheso kencono
    Mendalang bukan sekadar menggerakkan kulit kerbau, melainkan menghidupkan karakter. Dengan penuh ketelatenan. Baginya, melatih anak-anak membutuhkan kesabaran ekstra agar kecintaan mereka terhadap wayang tumbuh secara organik.
    Tak hanya mengajarkan sabetan wayang. Sebagai seorang dalang semua kemampuan harus dikuasai termasuk memukul kendang.
    Kyano, salah satu dalang cilik binaan sanggar maheso Kencono sejak masih TK yang berada di sebelah TK PIKPG. Kini duduk di kelas V MINU Tratee Putra.
    Tiga Dalang Cilik mendapat bantuan pembinaan dari Petrokimia Gresik
    Jajaran Direksi PT Petrokimia Gresik berfoto bersama dengan Ki Bayu Aji Pamungkas Anom dan Ki Bagas Septyawan dalam pagelaran wayang kulit dalam rangka HUT PT Petrokimia Gresik ke 54.Pagelaran wayang kulit tersebut menghadirkan dalang utama
    Suasana Halaman Stadion Olahraga Petrokimia Gresik yang dipenuhi para pecinta Wayang kulit. Secara rutin Petrokimia mengundang para dalang kondang untuk menghibur masyarakat Gresik
    Pentas malam itu bukan sekadar hiburan ulang tahun perusahaan, melainkan simbol keberhasilan sebuah estafet budaya. Melalui komitmen Petrokimia Gresik dan dedikasi tanpa batas dari seorang pekerja seperti Ki Bagas, masa depan wayang kulit terbukti tidak akan redup di tangan generasi alpha.
    Showing 1 of 1

    Di bawah langit utara Gresik yang riuh oleh deru mesin pabrik dan aktivitas industri, sebuah warisan adiluhung justru tumbuh subur dan merawat akarnya dengan sunyi. Adalah Ki Ahmad Bagas Septiawan, seorang karyawan muda di Pabrik Produksi 2B Petrokimia Gresik, yang menjalani kehidupan ganda dengan ritme yang luar biasa. Baginya, peluit akhir pergantian shift kerja bukanlah tanda untuk lekas beristirahat. Masih mengenakan seragam kerja lengkap dengan sisa lelah yang membekas, langkah kakinya langsung berbelok menuju Sanggar Mahesa Kencana, tempat di mana ia menanggalkan statusnya sebagai pekerja industri dan bertransformasi menjadi seorang penjaga kebudayaan.

    Di dalam sanggar yang sedikit tersembunyi dibalik rimbun pohon beringin, sebuah estafet budaya lintas generasi sedang dirajut dengan penuh ketelatenan. Bersama para pengrawit senior yang merupakan pensiunan karyawan Petrokimia Gresik, Ki Bagas meluangkan waktu berharganya untuk menempa tunas-tunas muda, salah satunya Kyano Reynand Hanenda, dalang cilik kelas V MINU Tratee Putra yang sudah berani memegang cempurit sejak TK.

    Baca Juga :  Dalang Lintas Generasi Buat Pementasan Wayang Kulit oleh Petrokimia Gresik Semakin Meriah

    Di tempat yang sederhana ini, harmoni gamelan dan filosofi hidup diajarkan melampaui sekat usia. Menjelang malam puncak HUT ke-54 Petrokimia Gresik, ruang latihan ini menjadi saksi bisu bagaimana sebuah komitmen jangka panjang mampu membuktikan bahwa di tengah kepungan dunia digital dan modernitas industri, masa depan wayang kulit purwa tidak akan pernah redup di tangan generasi penerus.

     

    Showing 1 of 1
    Bagas Septiawan dalang cilik Dalang petrokimia HUT petrokimia HUT petrokimia 54 petrokima gresik sanggar maheso kencono wayang kulit
    Previous ArticleAnggota Paskibraka untuk Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Lamongan Dikukuhkan
    Next Article Harapan Bupati Lamongan untuk Masyarakat Dalam Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-81

    Berita Terkait

    Search
    Terkini

    Penyaluran Bansos di Desa Tanjung Kedamean Dipastikan Tepat Sasaran

    Selama 3 Hari ke Depan, Ada Kegiatan Extranas ke-8 Tahun 2026 Dilaksanakan di Kabupaten Lamongan

    Petrokimia Gresik Bersama MIND ID dan PTFI Bahas Rencana Peningkatan Pasokan Bahan Baku Pupuk

    Wabup Gresik Apresiasi Tim Robot Bawah Air UMG yang Bakal Berlaga di Final Kontes Kapal Indonesia

    Bupati Lamongan Sampaikan Rancangan Perubahan APBD 2026

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Benjeng dan Balongpanggang Disebut Bupati Gresik Jadi Salah Satu Prioritas untuk Pembangunan JPD

    4 September 2026

    MINATBACA.com – Pembangunan infrastruktur jalan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, terus coba diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten…

    Antusias Ikuti Program Mudik Gratis di Gresik, Sudah 573 Warga Mendaftar

    Bupati Lamongan Resmikan Air Mancur Menari, Melengkapi Ruang Publik Kedua di Lamongan

    Akhirnya.. Sebanyak 35 Warga Pulopancikan Gresik Tempati Rumah Layak Huni

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.