Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Peringatan Hari Santri, Pemkab Terus Perkuat Program Prioritas Lamongan Nyantri

      22 Oktober 2026

      Pelindungan Anak di Ruang Digital, Berikut Upaya yang Dilakukan Pemkab Gresik

      22 Oktober 2026

      Pendaftaran HARVESTION Bagi Dunia Pendidikan Kembali Dibuka Petrokimia Gresik

      21 Oktober 2026

      Bupati Lamongan Sarankan UMKM Melek Digital untuk Hasil Lebih Maksimal

      21 Oktober 2026

      Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan, Dinas Pertanian Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah

      21 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Budaya»Perkembangan Dunia Sastra di Kabupaten Gresik
    Budaya

    Perkembangan Dunia Sastra di Kabupaten Gresik

    RedaksiBy Redaksi20 Oktober 20254 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Puluhan orang terlihat antusias, saat membicarakan mengenai sastra di Sualoka Hub. Sebuah tempat yang terletak di Jalan Nyai Ageng Arem-arem, Kelurahan Pekelingan (Kampung Kemasan) Gresik.

    Mereka cukup antusias mengikuti diskusi publik terkait sastra, bertema ‘sastra: ekosistem, etika dan aktivasi.’ Even yang diselenggarakan oleh Yayasan Gang Sebelah bekerja sama dengan Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia, pada Minggu (19/10/2025) malam WIB. Dengan menghadirkan tiga sosok sebagai narasumber, Yogi Ishabib, Imam Muhtarom, dan Dewi Musdalifah.

    Berbagai isu terkini, perkembangan, sejarah, hingga persoalan yang dihadapi, dibahas dengan santai namun tetap fokus dalam even tersebut. Seperti di antaranya, bagaimana tantangan yang dihadapi oleh dunia sastra pada saat ini, khususnya perkembangan di kalangan gen z penggemar sastra di Gresik.

    “Bahwa memang kerja kesenian itu tidak mudah. Kerja kompleks, perlu mempererat kerja sama semua pihak,” ucap Dewi.

    “Semangat ini perlu mendapat sambutan dari semua pihak, untuk menjadikan Kota Gresik sehingga lebih memanusiakan manusia,” tambahnya.

    Sementara Yogi, lebih menitik beratkan fokus pada bagaimana seorang seniman, dalam hal ini tentu saja para sastrawan, menghasilkan karya sastra. Kendati di satu sisi dia tidak menampik, bila sosok sastrawan juga manusia, yang pasti memiliki aneka kebutuhan, serta rutinitas dan aktifitas lain layaknya manusia pada umumnya.

    Baca Juga :  Pemkab Gresik dan PT Wilmar Hijaukan Kawasan Mangrove Karangkiring

    “Praktek membaca dan menulis itu adalah kerja manusia. Dengan saya mengutip pada sebuah karya, jika menulis itu kadang hasilnya bagus, kadang juga jelek,” kata Yogi.

    Adapun narasumber Imam Muhtarom memilih untuk bercerita, bagaimana ‘perjuangan’ yang harus ditempuh oleh para sastrawan di Indonesia, hingga berkembang seperti saat ini. Sehingga diperlukan upaya kerja bersama semua pihak, jika ingin dunia sastra Indonesia terus mengalami peningkatan.

    “Kita berada dalam tradisi tulis ini kan belum lama. Kolonial memberi itu saat akhir abad ke-19 an. Pada saat merdeka, barulah itu kita mulai kebiasaan menulis secara utuh (tradisi menulis),” cerita Imam.

    “Sehingga, bagaimana menjadikan menulis sebagai kebudayaan kita bersama,” harapnya.

     

    Penjelasan Panitia
    Ketua Yayasan Gang Sebelah Hidayatul Nikmah mengatakan, diskusi publik yang dilaksanakan tersebut, merupakan rangkaian dari agenda yang digelar dalam dua hari pada akhir pekan ini, Sabtu dan Minggu (18-19/10/2025).

    Baca Juga :  Pemdes Manyarejo Apresiasi Positif Pembangunan Rumah Kompos

    “Sapa sastra ini bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Mulai Hari Sabtu kemarin, dengan sebelumnya ada FGD (Fokus Grup Diskusi) yang diikuti 30 orang. Rumusan hasil FGD kemarin itulah, yang kemudian diperbincangkan pada malam ini dengan menghadirkan tiga orang narasumber,” ungkap Hidayatul.

    Dalam dua hari penyelenggaraan kegiatan, ada beberapa poin yang dikantongi oleh pihak panitia dari para sastrawan, dan juga gen z di Kabupaten Gresik yang menggemari sastra. Yakni, mengenai perkembangan sastra di Gresik.

    “Salah satu keresahan, di Gresik belum ada penerbit yang secara rutin menerbitkan buku-buku karya sastra. Padahal, jumlah penerbit di sini banyak. Bahkan, tidak jarang para sastrawan Gresik harus lari ke kota lain, hanya untuk penerbitan hasil karyanya,” tutur Hidayatul.

     

    Tidak hanya mengenai penerbitan, namun pihak Yayasan Gang Sebelah juga mendapati masukan mengenai minimnya penyelenggaraan even-even kesenian, khususnya sastra di Kabupaten Gresik. Termasuk, gen z penggemar sastra yang memilih untuk meluangkan waktu secara daring, ketimbang terlibat dalam kegiatan sastra konvensional.

    Baca Juga :  Tidak Kapok, Residivis Kembali Dibekuk Polres Gresik Saat Hendak Edarkan Sabu 51 Gram

    “Harapan kami, bagaimana sastra ini, terutama di Gresik, dapat diperbincangkan dari hulu ke hilir. Rencananya, setelah ini kami akan merumuskan dan catatkan ke dinas terkait untuk dipikirkan, sehingga sastra dapat dipraktekkan secara sistematis,” tambah salah seorang penggawa Yayasan Gang Sebelah, Irfan Akbar.

     

    Tanggapan Peserta
    Salah seorang peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Quni Qurota (25) mengaku, sangat senang bisa mengikuti kegiatan yang sudah lama cukup didambakan olehnya.

    “Terus terang, saya sangat senang, karena jarang banget ada kegiatan seperti ini di Gresik,” ucap Quni, kepada awak media selepas kegiatan.

    Quni pun lantas mengapungkan harapan, supaya agenda-agenda kesenian, khususnya sastra, dapat lebih sering diadakan di Gresik. Dengan tentunya, dihadiri oleh lebih banyak penulis dan pegiat literasi.

    “Semoga ke depan sering diadakan, dan juga lebih banyak penulis lagi yang akan datang ke Gresik untuk acara-acara seperti ini,” harapnya.

    gresik kesenian
    Previous ArticleWujud Kepedulian, Sidokkes Polres Gresik Antar Jenazah PMI Hingga Rumah Duka Gratis
    Next Article Kabupaten Lamongan Raih Peringkat Lima Nasional dalam Pengawasan Kearsipan 2024

    Berita Terkait

    Pelindungan Anak di Ruang Digital, Berikut Upaya yang Dilakukan Pemkab Gresik

    22 Oktober 2026

    Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan, Dinas Pertanian Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah

    21 Oktober 2026

    Petrokimia Gresik Berpotensi Cetak Sejarah Sebagai Pionir Penerapan Carbon Capture and Utilization di Indonesia

    16 Oktober 2026

    PMI Bersama Pemkab Gresik Beri Apresiasi kepada Pendonor Sebanyak 50 Kali

    15 Oktober 2026

    Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gresik Dirangkai Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

    12 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Peringatan Hari Santri, Pemkab Terus Perkuat Program Prioritas Lamongan Nyantri

    Pelindungan Anak di Ruang Digital, Berikut Upaya yang Dilakukan Pemkab Gresik

    Pendaftaran HARVESTION Bagi Dunia Pendidikan Kembali Dibuka Petrokimia Gresik

    Bupati Lamongan Sarankan UMKM Melek Digital untuk Hasil Lebih Maksimal

    Jaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Pasokan, Dinas Pertanian Gresik Gelar Gerakan Pangan Murah

    Load More
    Berita Lainnya
    Ekonomi

    Majukan Sentra Makanan Ringan, Pemdes Morowudi Gandeng Civitas Akademika

    30 Juli 2024

    MINATBACA.com – Sudah lama sentra industri makanan ringan di Dusun Ngebret dikenal banyak orang. Guna…

    Pembangunan Kios Pasar Desa Tambak Beras Cerme Sesuai Prosedur

    Dikunjungi 2 Menteri, Smelter Freeport Gresik Resmi Beroperasi

    Ragam Kegiatan Dalam Kampanye Anti Korupsi di Kabupaten Lamongan

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.