Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

      14 Oktober 2026

      Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

      14 Oktober 2026

      Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

      14 Oktober 2026

      Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

      14 Oktober 2026

      Hadirkan Anggota DPR RI, PKK Lamongan Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

      13 Oktober 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Kesehatan»Pemkab Gresik Prioritaskan Tekan AKI dan AKB
    Kesehatan

    Pemkab Gresik Prioritaskan Tekan AKI dan AKB

    RedaksiBy Redaksi25 September 20252 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Upaya untuk dapat menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Kesehatan.

    Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif, pada saat membuka gelaran ‘Workshop Verifikasi dan Analisis Kematian Ibu dan Bayi’ yang berlangsung di Aston Hotel Gresik, Kamis (25/9/2025). Workshop yang juga menjadi forum strategis untuk mengevaluasi data, membedah kasus, serta merumuskan langkah-langkah konkret dalam memperkuat sistem layanan kesehatan kepada masyarakat Gresik.

    Wabup Gresik yang biasa disapa dokter Alif tersebut menegaskan, isu kematian ibu dan bayi bukan hanya persoalan medis. Namun juga persoalan sosial, kemanusiaan, sekaligus masa depan generasi bangsa, sehingga Pemkab Gresik berkomitmen memastikan ibu dan bayi mendapat pelayanan terbaik, terlindungi dan terjaga keselamatan.

    Baca Juga :  Dinkes Diskusi Bareng KWG Cari Solusi Terkait Stunting, AKI dan AKB di Gresik

    “Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut nyawa manusia. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen penuh untuk memastikan setiap ibu dan bayi di Gresik mendapatkan pelayanan terbaik, terjamin keselamatannya, dan terlindungi,” tegas dokter Alif.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr Mukhibatul Khusna menyampaikan, perkembangan positif dalam penurunan AKI dan AKB. Di mana pada 2023 AKI tercatat 99.38 per 100.000 kelahiran hidup, kemudian pada 2024 turun menjadi 77.59. Sementara AKB dari 4.82 per 100.000 kelahiran hidup pada 2023, turun menjadi 4.38 pada 2024.

    “Ini pencapaian yang patut diapresiasi, tetapi belum cukup. Kita harus bekerja lebih keras dan berkolaborasi lintas sektor, agar penurunan ini berlanjut secara signifikan,” ujarnya.

    Baca Juga :  Pesan Bupati Gresik Kepada Kepala Puskesmas, Saat Buka Bimtek Pengadaan Barang Jasa BLUD

    Berdasarkan analisis data, kasus kematian ibu terbanyak tercatat di Kecamatan Driyorejo, Kedamean dan Tambak (Pulau Bawean). Sementara kasus kematian bayi paling banyak terjadi di Kecamatan Kebomas, Manyar dan Sangkapura (Pulau Bawean). Selain itu, kasus ibu hamil berisiko tinggi terbanyak ditemukan di Kecamatan Manyar, Menganti dan Kebomas.

    Adapun workshop hari ini dihadiri oleh para dokter, bidan, perawat dan petugas medis dari puskesmas, serta rumah sakit se-Kabupaten Gresik. Mereka diajak untuk melakukan diskusi interaktif, mengidentifikasi akar masalah, serta mencari solusi komprehensif dalam penanganan kasus. Dengan harapan, akan lahir rekomendasi yang dapat menjadi dasar kebijakan Pemkab Gresik ke depan. Sehingga upaya penurunan AKI dan AKB lebih terarah, terukur dan dapat berkelanjutan.

    Baca Juga :  GPPI Target Menangi Semua Laga Gelaran Proliga 2026 yang Dipentaskan di Gresik

    “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus bersinergi, tenaga kesehatan, pemerintah, masyarakat, bahkan keluarga. Karena keselamatan ibu dan bayi adalah, tanggung jawab kita bersama,” ucap dokter Alif.

    gresik pemkab gresik
    Previous ArticlePeringatan Haornas di Lamongan Diwarnai Apresiasi Untuk Atlet, Pelatih, Hingga Pengukuhan PBVSI
    Next Article Satbinmas Polres Lamongan Bentuk PDK Tahun 2025

    Berita Terkait

    Peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gresik Dirangkai Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu

    12 Oktober 2026

    RSPG Hadirkan Layanan Operasi Laparoskopi Minim Sayatan, Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah

    10 Oktober 2026

    Bantuan Pendidikan dan Pemberdayaan Ratusan Juta Disalurkan Baznas Bersama Pemkab Gresik

    8 Oktober 2026

    Melalui Nasi Layur, Petrokimia Gresik Bantu Nelayan Rp100 Juta untuk Revitalisasi Fasilitas

    8 Oktober 2026

    Pemkab Gresik Upayakan Kader Bunda Puspa Agar Dapat Menunjang Perekonomian Masyarakat

    7 Oktober 2026

    Sosialisasi Penanggulangan HIV/AIDS, Wabup Gresik Ingin Kolaborasi Diperkuat Tanpa Diskriminasi

    6 Oktober 2026
    Search
    Terkini

    Bupati Lamongan Jelaskan Pentingnya Keberadaan TPST

    Tambahan Cabor Baru Bakal Perkuat Kabupaten Lamongan di Porprov 2027

    Sebanyak 45 Ruas Jalan di Kabupaten Lamongan Sudah Tuntas Diperbaiki

    Tujuh Fraksi DPRD Sampaikan Pandangan Umum Menanggapi RAPBD Lamongan 2027

    Hadirkan Anggota DPR RI, PKK Lamongan Gelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

    Load More
    Berita Lainnya
    Kesehatan

    Wujudkan Zero Stunting, Pemdes Bolo Perkuat Komitmen dan Kolaborasi Lintas Sektor

    12 Juni 2026

    MINATBACA.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Bolo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, terus memperkuat strategi penanganan stunting…

    Koperasi Kelurahan Trate Jadi KDMP Pertama di Jatim yang Menyuplai Kebutuhan SPPG

    Pemkab Lamongan Salurkan 25.000 Liter Air Bersih untuk Masyarakat

    ABK Meninggal Dunia di Atas Kapal, Satpolairud Polres Lamongan Bantu Evakuasi

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.