MINATBACA.com – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, yang berhasil memborong delapan penghargaan di ajang Indonesian Conference & Competition Occupational Safety and Health (ICC-OSH) 2024.
Pada agenda yang diselenggarakan di Semarang beberapa waktu lalu tersebut, Petrokimia Gresik sukses meraih dua penghargaan predikat 5 Stars dan enam penghargaan 4 Stars. Membuktikan jika Petrokimia Gresik disiplin dan inovatif, dalam menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (SMK3L).
Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo menyampaikan, inovatif dan disiplin dalam menerapkan SMK3L merupakan instrumen penting bagi perusahaan yang dipimpin olehnya dalam meningkatkan daya saing. Serta, menjadi komitmen menjaga kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi ke berbagai daerah di Indonesia dalam rangka ketahanan pangan nasional.
“Petrokimia Gresik merupakan objek vital nasional yang tidak boleh berhenti operasional bisnisnya, untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Apalagi tahun 2024 ini, Pemerintah menambah alokasi pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton,” kata Dwi Satriyo melalui keterangan tertulis, Senin (3/6/2024).
“Petrokimia Gresik melalui Pupuk Indonesia mendapat amanah yang cukup besar, sehingga harus optimal dalam penyalurannya. Karena itu, inovatif dan disiplin menerapkan SMK3L adalah keniscayaan,” tegasnya.
Penerapan SMK3L, jelas Dwi Satriyo, juga menjadi komitmen Petrokimia Gresik dalam memberikan perlindungan bagi konsumen, dalam hal ini petani. Melalui ketersediaan stok pupuk, baik ritel komersil maupun pupuk bersubsidi sesuai dengan regulasi.
“Ketika petani membutuhkan, pupuk sudah ada di kios. Ketersediaan pupuk ini akan berdampak pada produktivitas pertanian, kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. Hal ini akan mustahil, jika Petrokimia Gresik mengabaikan SMK3L,” tandasnya.
Lebih lanjut Dwi Satriyo menambahkan, Petrokimia Gresik akan senantiasa inovatif dalam menjalankan SMK3L. Hal ini akan memudahkan Petrokimia Gresik, dalam memitigasi resiko yang ada dan melakukan pencegahan.
Dalam beberapa program K3 yang dilakukan, Petrokimia Gresik juga melibatkan masyarakat sekitar, seperti saat pelaksanaan Bulan K3 beberapa waktu lalu. Hal ini bertujuan untuk menciptakan kolaborasi yang sinergis dengan masyarakat sekitar, dalam rangka bersama menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kesadaran K3 tidak hanya dibangun Petrokimia Gresik untuk karyawan, tapi juga bagi masyarakat sekitar, sehingga penerapan K3 semakin optimal,” pungkas Dwi Satriyo.
ICC-OSH merupakan ajang tingkat nasional, untuk mendemonstrasikan keunggulan dalam penerapan SMKL di era digitalisasi. Berbagai perusahaan BUMN dan swasta dari seluruh Indonesia ikut berkompetisi, unjuk gigi atas penerapan K3 yang optimal. Total ada 79 tim yang berkompetisi dalam ajang ICC-OSH tahun ini.
Sementara delapan penghargaan yang diraih Petrokimia Gresik dalam ajang tersebut, dua penghargaan 5 Stars didapatkan melalui tim PA PLUS (dari Departemen Produksi IIIA) dan RESTU (Departemen Perencanaan & Pengendalian TA).
Untuk penghargaan 4 Stars, disumbang tim POST (Departemen Produksi IIIB), tim TAAT, tim PATIGENI dan tim HUMIDITY masing-masing dari Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Serta melalui PURE dan SLOW, dari Departemen Lingkungan.

