MINATBACA.com – Kabupaten Lamongan menerima 2 apresiasi penghargaan dalam penutupan ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa Timur 2026, yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Adapun Kabupaten Lamongan menjadi salah satu pemerintah daerah yang dinilai turut bekerja keras mengawal, dan dianggap berjasa dalam memajukan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya Jatim. Dua penghargaan yang diserahkan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi tersebut adalah, penghargaan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), serta Penghargaan Pariwisata Ramah Muslim, yang diserahkan dalam kegiatan di Surabaya, Minggu (25/9/2026).
Emil mengungkapkan, adanya Zona KHAS diharapkan bukan hanya menawarkan kuliner berlabel halal, namun juga higienis. Sembari menjelaskan, jika yang dikatakan pariwisata ramah muslim berarti terbuka untuk semua wisatawan, namun tetap memberikan perasaan tenang bagi wisatawan muslim yang datang berkunjung.
“Cita-cita kita Indonesia menjadi pemimpin di dunia untuk ekonomi dan keuangan syariah. Adanya Zona KHAS ini harapan kita bukan hanya halal, tapi higienis,” kata Emil.
“Pariwisata muslim friendly artinya, tetap welcome siapapun, tapi bagi wisatawan muslim dia merasa tenang. Contoh penyediaan penunjuk kiblat dan sarana prasarana yang membuat muslim yang datang ke sana merasa tenang, ada makanan halal dan lain sebagainya,” terang Emil.
Sementara Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, pengembangan ekonomi syariah di Kabupaten Lamongan dinilai memiliki potensi besar. Karena didukung oleh banyak hal, seperti sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri halal, kuliner, perdagangan, hingga sektor pariwisata.
Melalui momen FESyar Jawa Timur 2026, Pak Yes juga terus mendorong pelaku UMKM dan sektor pariwisata untuk meningkatkan daya saing, kualitas produk dan layanan. Sekaligus, memanfaatkan peluang pertumbuhan ekonomi halal yang semakin berkembang.
“Alhamdulillah, semoga ini dapat menjadi pemacu untuk terus berinovasi dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Lamongan,” ujar Pak Yes.
“Kuliner halal dan pariwisata ramah muslim ke depan tidak hanya menjadi identitas daerah. Namun juga mampu membuka peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.

