MINATBACA.com – Forum bisnis dilaksanakan oleh Direktorat Sertifikasi Profesi, Pengembangan Bahasa, dan Usaha (DSP2BU) Universitas Muhammadiyah (UM) Gresik, untuk memperkuat peran dalam mendorong kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan tersebut digelar di Hall Sang Pencerah, Kampus UM Gresik lantai 8, Rabu (14/1/2026). Dengan mengusung tema ‘UMG Nexus: The Gateway to 2026, Integrating Academic Excellence with Industrial Power.’

Rektor UM Gresik Prof. Khoirul Anwar memberi apresiasi, atas terselenggaranya forum bisnis yang dihadiri pelaku industri dan pemangku kebijakan. Sembari menyampaikan, terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk sejumlah perusahaan yang turut ambil bagian.

“Semoga forum ini memberikan manfaat luar biasa, menjadi ruang tukar gagasan dan inovasi, serta mendukung sinergi antarsektor di Kabupaten Gresik,” ujar Khoirul.

Khoirul menjelaskan, kegiatan forum bisnis yang dilaksanakan menjadi bagian visi dari UM Gresik, untuk terus memberikan dampak positif kepada semua pihak, khususnya kepada masyarakat.

“Kegiatan ini sejalan dengan visi untuk terus memberi dampak nyata,” ucapnya.

Wakil Bupati (Wabup) Gresik Asluchul Alif yang turut hadir dalam pembukaan kegiatan mengapresiasi langkah UM Gresik, sebagai salah satu kampus di Gresik yang terus bertransformasi dan memberi kontribusi bagi masyarakat serta pelaku industri.

Terlebih, Kabupaten Gresik memiliki potensi besar di sektor ekonomi dengan keberadaan tiga kawasan industri utama. Yakni Maspion Industrial Estate, Kawasan Industri Gresik (KIG), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik.

“Di KEK Gresik ada perhatian skala internasional, termasuk keberadaan smelter single line terbesar di dunia, dan pengembangan industri turunan lainnya,” kata dokter Alif-sapaan Wabup Gresik Asluchul Alif.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dikatakan oleh dokter Alif, memiliki semangat kolaborasi dan terbuka terhadap berbagai inisiatif yang mendorong kemajuan daerah. Dia menilai, kegiatan forum bisnis tersebut bukan hanya sekadar ajang pertemuan. Namun telah menjadi titik temu strategis antara akademisi, industri, dan pemerintah.

“Ini bukan hanya forum bisnis biasa. Banyak hal strategis yang dibahas, dan bisa ditindaklanjuti untuk kemajuan Gresik. Kami mengapresiasi UM Gresik, yang berhasil menyatukan berbagai elemen,” tutur dokter Alif.

Tidak lupa, dokter Alif juga menekankan, pentingnya perhatian bersama terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Gresik. Dengan berharap, UM Gresik dapat berperan aktif melalui keterlibatan mahasiswa dan jejaring internasional yang dimiliki.

“UMKM masih butuh perhatian bersama. Mahasiswa bisa belajar, sekaligus mendampingi. Jaringan UM Gresik luas, koneksinya juga banyak. Kami percaya, UM Gresik mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, UM Gresik juga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan empat perusahaan. Yakni PT Siam Maspion Terminal, KAP Kuncara Budi Santosa dan Rekan, PT Greentech Solusi Utama, serta PT Adhimix PCI Indonesia. Sejumlah perusahaan skala nasional, juga ikut terlibat dalam forum tersebut.

Exit mobile version