MINATBACA.com – Ide kreatif para jurnalis yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Grissee (KWGe), akhirnya tercatat dalam Musem Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Yakni, tumpeng raksasa setinggi 4,5 meter dari 3.000 bungkus nasi krawu, kuliner khas Kabupaten Gresik. Pengukuhan dilakukan dalam acara puncak bertajuk Festival Nasi Krawu Vol. 4 memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, di wisata edukasi Gresik Universal Science (GUS), Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Minggu (28/6/2026).

Perwakilan MURI yang hadir di lokasi Ari Andriani mengatakan, dirinya datang langsung guna meninjau dan melakukan pengecekan total sebanyak 3.000 bungkus nasi krawu yang ditata membentuk gunungan atau tumpeng raksasa setinggi 4,5 meter. Terlebih nasi krawu secara resmi sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada tahun 2022.

“KWGe kemarin mengusulkan kepada kami akan membuat gunungan dari rangkaian nasi krawu sebanyak 3.000 bungkus, dengan tinggi 4,5 meter,” ujar Ari.

“Karena nasi krawu itu Warisan Budaya Tak Benda yang sudah diakui oleh Kementrian, maka oleh Ketua Umum MURI prestasi ini tidak hanya dicatatkan sebagai rekor nasional namun juga rekor dunia,” terangnya.

Ari menerangkan, untuk dapat masuk tercatat dalam MURI memang ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Sementara untuk kegiatan yang diinisiasi oleh KWGe kali ini, termasuk dalam jumlah nasi krawu terbanyak dan tertinggi.

Ketua KWGe Miftahul Arif, merasa bangga dan bersyukur Tumpeng Nasi Krawu yang diinisiasi oleh pihaknya bisa memecahkan rekor MURI. Capaian yang menurutnya, merupakan hasil dedikasi beserta loyalitas seluruh insan pers yang tergabung dalam KWGe.

“Pada Festival Tumpeng Nasi Krawu Vol. 4 ini kami mendapat capaian yang sangat membanggakan yakni, mencetak rekor MURI. Tentu saja ini hasil kerja keras dan kekompakan seluruh anggota KWGe untuk mempersembahkan dedikasi dan kontribusi, untuk masyarakat Kabupaten Gresik,” kata Miftah.

Miftah menjelaskan, agenda serupa sudah sempat digelar sebelumnya, namun dengan jumlah lebih sedikit. Sehingga awak media yang tergabung dalam KWGe harus bekerja keras supaya bisa memenuhi syarat dan kriteria yang ditentukan oleh MURI, terlebih prosesnya juga ketat.

“Prosesnya sangat ketat dan membutuhkan kerja keras seluruh panitia dan anggota KWGe. Alhamdulillah kami berhasil membawa Tumpeng Nasi Krawu mencetak rekor dunia,” terangnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang turut hadir dalam kegiatan, memberi apresiasi atas capaian Tumpeng Nasi Krawu yang diinisiasi KWGe usai mencetak rekor MURI. Sebab menurut Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, nasi krawu tidak sekedar kuliner biasa, melainkan sudah menjadi kebanggaan bagi masyarakat dan identitas budaya Kabupaten Gresik.

“Kami mengapresiasi dedikasi rekan-rekan KWGe yang terus konsisten, hingga berhasil membawa Tumpeng Nasi Krawu mencetak rekor MURI. Nasi krawu ini merupakan salah satu identitas budaya, kuliner kebanggaan kita bersama,” tutur Gus Yani.

Gus Yani juga berharap, penetapan Tumpeng Nasi Krawu sebagai rekor MURI dapat menjadi spirit dalam meningkatkan ekonomi masyarakat Gresik, khususnya sektor UMKM, sehingga masyarakat setempat semakin sejahtera.

“Berangkat dari budaya, kemudian terintegrasi dengan sektor pariwisata, dan berdampak ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.

“Kami juga berterima kasih kepada MURI, yang sudah memberikan satu penghargaan untuk masyarakat Kabupaten Gresik. Semoga masyarakat Gresik semakin sejahtera, dan lebih dikenal identitas Kabupaten Gresik,” tambah Gus Yani.

Exit mobile version