MINATBACA.com – Mempererat tali silaturrahim dan sekaligus ruang refleksi pembangunan di Bulan Suci Ramadhan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati (Wabup) Asluchul Alif melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Siti Hajar Al Madinah Kota Baru Driyorejo (KBD).

Di masjid yang terletak di Desa Petikan, Kecamatan Driyorejo, Senin (2/3/2026), Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan dokter Alif-sapaan Wabup Gresik Asluchul Alif, hadir di dampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rahman, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, beserta jajaran Forkopimda dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.

Dalam sambutan Gus Yani mengajak, masyarakat menjadikan Bulan Ramadhan sebagai momentum memperkuat rasa syukur, terlebih bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Pemkab Gresik dan Hari Jadi Kabupaten Gresik ke-539.

“Alhamdulillah, dalam rangka silaturrahim ini mudah-mudahan kita semua menjadi umat yang pandai dalam menikmati rasa syukur,” ujar Gus Yani.

“Dan juga mudah-mudahan di momen Hari Ulang Tahun Pemerintah Kabupaten Gresik yang ke-52 dan Hari Jadi Gresik yang ke-539 ini, mudah-mudahan Gresik semakin berkah, Indonesia semakin jaya dan semakin aman,” sambungnya.

Gus Yani juga tidak lupa untuk mengingatkan, akan pentingnya menjaga stabilitas daerah di tengah dinamika global.

“Jika melihat berita belakangan, peristiwa yang terjadi adalah perang. Ini yang harus kita syukuri, bahwa daerah kita masih dalam keadaan aman dan kondusif,” tuturnya.

Gus Yani juga menyinggung mengenai wilayah Driyorejo, sebagai kawasan strategis perbatasan dengan Surabaya yang berkembang pesat dan memiliki banyak industri. Menurutnya, pertumbuhan yang terjadi tersebut harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat.

“Driyorejo adalah salah satu wilayah perbatasan dengan Surabaya. Semoga semakin maju. Isunya adalah banjir dan jalan JPD (Jalan Poros Desa). Dua hal itu telah menjadi perhatian kita bersama,” ungkap Gus Yani.

Di tengah geliat industri yang terus berkembang, Gus Yani juga menekankan, pentingnya peningkatan kompetensi masyarakat agar mampu menangkap peluang kerja.

“Dan yang perlu dipikirkan lagi adalah banyaknya industri. Artinya, kesempatan kerja dengan kompetensi yang ada harus diimbangi. Pelatihan-pelatihan itu juga perlu didorong, supaya masyarakat punya kesiapan dan daya saing,” beber Gus Yani.

Turut hadir dalam kegiatan, sejumlah tokoh agama dan juga pimpinan pondok pesantren (ponpes). Di antaranya KH Nurhuddin (Rois Syuriah MWCNU), KH Mashuri Abdurrohim (Ponpes Al-Furqon), KH Ali Ayyubi (Ponpes Mulung), serta Ustaz Khoiruddin (Ketua MUI Driyorejo). Hadir pula Camat Driyorejo Muhammad Amri, beserta jajaran Forkopimcam dan tokoh masyarakat setempat.

Exit mobile version