MINATBACA.com – Pelayanan maksimal kepada pasien terus diupayakan Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG), salah satu di antaranya dengan cara menghadirkan laparoskopi.
Teknik bedah minimal invasif, yang memungkinkan dokter melakukan tindakan melalui sayatan kecil dengan bantuan kamera dan instrumen khusus, guna melihat serta menangani organ di dalam tubuh. Hal ini sebagai bagian dari upaya pihak rumah sakit dalam memberi pelayanan bedah yang modern, dengan mengutamakan keselamatan pasien, ketepatan tindakan, kenyamanan, dan pemulihan yang optimal.
Berbeda dengan operasi terbuka yang umumnya membutuhkan sayatan lebih besar, laparoskopi dilakukan melalui satu atau beberapa sayatan kecil. Kamera khusus yang dimasukkan melalui sayatan, membantu dokter melihat area operasi pada monitor selama prosedur berlangsung.
“Keunggulan laparoskopi terletak pada pendekatan operasi melalui sayatan yang lebih kecil, dibanding operasi terbuka pada kasus yang sesuai,” ujar Dokter Spesialis Bedah RSPG, dr Caesar Ayuda.
“Hal ini berpotensi mengurangi trauma pada jaringan, membantu mengurangi nyeri pascaoperasi, serta mendukung proses pemulihan sehingga pasien dapat kembali beraktivitas lebih cepat. Namun hasilnya tetap bergantung pada jenis penyakit, kondisi pasien, dan kompleksitas tindakan yang dilakukan,” jelasnya.
Salah satu keunggulan laparoskopi, penggunaan sayatan yang lebih kecil. Pada kondisi yang sesuai, teknik ini dapat memberi manfaat berupa luka operasi yang lebih kecil, bekas luka yang relatif minimal, serta rasa tidak nyaman pascaoperasi yang dapat lebih ringan.
Melalui sejumlah prosedur, pasien juga berpotensi menjalani perawatan di rumah sakit lebih singkat, dan dapat kembali beraktivitas lebih cepat dibanding dengan operasi terbuka. Meski demikian, lama perawatan dan pemulihan setiap pasien dapat berbeda sesuai dengan kondisi kesehatan, jenis operasi, dan respons tubuh setelah tindakan.
“Yang perlu dipahami masyarakat, laparoskopi bukan sekadar operasi dengan luka kecil. Dokter harus memastikan bahwa teknik tersebut tepat secara medis, mempertimbangkan manfaat dan risikonya, serta menyiapkan pasien dengan baik sebelum tindakan. Keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama,” ungkap Caesar.
Seperti tindakan bedah lainnya, laparoskopi juga memiliki risiko. Di antaranya, perdarahan, infeksi, serta kemungkinan cedera pada organ atau jaringan di sekitar area operasi. Karena itu, pemeriksaan dan konsultasi sebelum tindakan menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan terapi yang paling tepat.
Didukung Tiga Dokter Spesialis Bedah
RSPG memiliki tiga Dokter Spesialis Bedah, dalam mendukung layanan tindakan laparoskopi terhadap pasien. Selain Caesar, juga terdapat sosok dr Anwar Yusuf, dan dr Dono Marsetio. Kehadiran tiga sosok yang menjadi bagian dari komitmen pihak rumah sakit, dalam menyediakan layanan pembedahan sesuai kebutuhan medis pasien.
Terlebih pelayanan laparoskopi juga membutuhkan kolaborasi berbagai tenaga kesehatan, termasuk dokter anestesi, perawat kamar operasi, serta tim perawatan pascaoperasi. Sebab mulai pemeriksaan awal, persiapan tindakan, pelaksanaan operasi, hingga pemantauan setelah operasi, setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan pasien.
Namun melalui pendekatan pelayanan terintegrasi, pihak rumah sakit berupaya memastikan supaya pasien memperoleh penanganan yang tepat, aman, dan sesuai indikasi medis.
Sementara teknik laparoskopi dapat diterapkan pada berbagai prosedur bedah tertentu, baik di bidang bedah umum maupun kebidanan dan kandungan. Pada bidang bedah umum, laparoskopi dapat digunakan untuk penanganan apendisitis (radang usus buntu) serta batu kandung empedu, melalui prosedur yang sesuai dengan diagnosis pasien.
Adapun dalam bidang kebidanan dan kandungan, laparoskopi dapat menjadi pilihan pada kasus tertentu. Seperti endometriosis, kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan), serta histerektomi (pengangkatan rahim). Pemilihan teknik operasi berdasarkan kondisi klinis, hasil pemeriksaan, dan pertimbangan dokter spesialis terkait.
Kendati demikian, tidak semua dapat ditangani dengan laparoskopi. Pada kondisi tertentu, operasi terbuka mungkin lebih tepat atau diperlukan, apabila terdapat pertimbangan medis selama prosedur berlangsung. Oleh sebab itu, konsultasi dengan dokter menjadi langkah awal untuk mengetahui pilihan penanganan yang tersedia.
Bagi sebagian orang, operasi mungkin masih identik dengan sayatan besar, rasa sakit, serta pemulihan yang membutuhkan waktu lama. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi kedokteran, kini memberi lebih banyak pilihan teknik pembedahan, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien.


