Close Menu
minatbaca.comminatbaca.com
    Facebook Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    minatbaca.comminatbaca.com
    • Home

      Komitmen Pemkab dan DPRD Gresik Untuk Tuntaskan Pembangunan Serta Perbaikan JPD

      2 Juni 2026

      Jadi Prioritas, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Lebih Peduli dan Turut Kawal Pembangunan JPD

      2 Juni 2026

      Tekan Kemiskinan dan Stunting, Program Bunda Puspa Pemkab Gresik Diperluas ke 80 Desa

      2 Juni 2026

      Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Lamongan Sebut Sejalan dengan Semangat HJL ke-457

      1 Juni 2026

      Ungkapan Pak Yes Saat Menghadiri Haul Akbar Rangkaian HJL ke-457

      1 Juni 2026
    • Ekonomi
    • Pemerintahan
    • Hukum
    • Sport
    • Pendidikan
    • Lifestyle
      • Travel
      • sosial
      • Budaya
    minatbaca.comminatbaca.com
    You are at:Home»Ekonomi»Petrokimia Gresik Dukung Kemandirian Industri Kimia Melalui Hilirisasi Sulfur
    Ekonomi

    Petrokimia Gresik Dukung Kemandirian Industri Kimia Melalui Hilirisasi Sulfur

    RedaksiBy Redaksi26 April 20253 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp

    MINATBACA.com – Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, sebagai salah satu pengolah sulfur di Indonesia berkomitmen memperkuat hilirisasi untuk mendukung kemandirian industri kimia nasional dan kemajuan pertanian di dalam negeri.

    Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo, saat menjadi salah satu pembicara dalam konferensi internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2025 di Bali, beberapa waktu lalu.

    Dwi Satriyo menyampaikan, permintaan sulfur di Indonesia terus meningkat. Bertambahnya demand ini sejalan dengan pertumbuhan sektor pertanian, ekspansi industri logam dan mineral, serta ketergantungan tinggi terhadap impor karena terbatasnya pasokan sulfur domestik.

    “Di antara banyak bahan baku, sulfur tampak sebagai komponen yang kecil secara visual – namun dampaknya sangat besar terhadap keberlangsungan proses produksi bagi Petrokimia Gresik,” ungkap Dwi Satriyo.

    Sulfur menjadi bahan baku penting di industri pupuk. Sulfur diolah menjadi asam sulfat, yang merupakan komponen kunci untuk poduksi phosphoric acid, yang selanjutnya menjadi basis untuk pupuk fosfat, termasuk NPK Phonska, pupuk fosfat, kalium sulfat dan amonium sulfat yang semuanya vital untuk sektor pertanian.

    “Khusus untuk asam sulfat, Petrokimia Gresik mengoperasikan fasilitas dengan kapasitas 1,8 juta ton per tahun. Kapasitas ini, menjadikan Petrokimia Gresik sebagai salah satu produsen asam sulfat terbesar di Indonesia,” ujar Dwi Satriyo.

    Dijelaskannya, sulfur adalah unsur hara makro esensial yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Kekurangan sulfur dapat menyebabkan gejala klorosis pada daun muda, pertumbuhan terhambat dan kematangan yang tertunda.

    Adapun fungsi utama sulfur pada tanaman dapat meningkatkan pembentukan klorofil, sehingga mendukung proses fotosintesis, membantu pembentukan protein dan enzim, komponen penting dalam metabolisme tanaman.

    Sulfur juga mampu meningkatkan efisiensi nitrogen, sehingga pemanfaatan pupuk nitrogen menjadi lebih optimal, meningkatkan ketahanan terhadap stres baik stres abiotik maupun biotik, memperkuat aroma dan rasa tanaman, terutama pada tanaman hortikultura seperti bawang dan juga sayuran daun.

    “Dengan peran vital tersebut, ketersediaan sulfur dalam tanah perlu dijaga, baik melalui pemupukan yang tepat maupun pengelolaan lahan yang baik,'” tandas Dwi Satriyo.

    Lebih lanjut Dwi Satriyo menjelaskan, hilirisasi sulfur tidak hanya bermanfaat bagi kemajuan pertanian di Indonesia, tapi juga mendorong kemandirian industri kimia nasional. Sulfur dioptimalkan Petrokimia Gresik sebagai bahan baku pembuatan gypsum dan purified gypsum yang mendukung industri semen.

    Sulfur juga diolah Petrokimia Gresik untuk mendukung pengembangan produk kimia bernilai tambah Methyl Ester Sulfonate (MES) sebagai surfaktan hijau untuk industri minyak dan gas (migas), serta deterjen. Sulfur juga menjadi bahan baku Dissodium Sulphate yang digunakan dalam industri kertas, tekstil, dan pulp.

    Dikatakan Dwi Satriyo, Petrokimia Gresik menjadi pelopor dalam produksi green surfactant berbasis MES, yang ramah lingkungan dan mendukung hilirisasi berbasis sulfur. Proses ini menunjukkan bagaimana sulfur, yang tampak sederhana, menghubungkan sektor pertanian dan industri secara strategis.

    “Petrokimia Gresik berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan sulfur. Komitmen ini menjadi dukungan nyata Petrokimia Gresik dalam mewujudkan kemajuan pertanian Indonesia dan juga kemandirian industri nasional,” pungkasnya.

    gresik Petrokimia Gresik
    Previous ArticleRakorda Pendirian Koperasi Merah Putih di Seluruh Desa/Kelurahan se-Gresik
    Next Article Puncak Pekan Kebudayaan Daerah 2025 Gresik Digelar Selama 3 Hari

    Berita Terkait

    Komitmen Pemkab dan DPRD Gresik Untuk Tuntaskan Pembangunan Serta Perbaikan JPD

    2 Juni 2026

    Jadi Prioritas, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Lebih Peduli dan Turut Kawal Pembangunan JPD

    2 Juni 2026

    Tekan Kemiskinan dan Stunting, Program Bunda Puspa Pemkab Gresik Diperluas ke 80 Desa

    2 Juni 2026

    Momen Iduladha, KWGe Kembali Salurkan Daging Kurban Kepada Warga Sekitar

    30 Mei 2026

    Opini WTP Kembali Diraih Pemkab Gresik, Jadi yang ke-11 Kali Berturut-Turut

    29 Mei 2026

    Tangkap 2 Pengedar, Polres Gresik Sita 209,38 Gram Narkoba Jenis Sabu

    29 Mei 2026
    Search
    Terkini

    Komitmen Pemkab dan DPRD Gresik Untuk Tuntaskan Pembangunan Serta Perbaikan JPD

    Jadi Prioritas, Bupati Gresik Ajak Masyarakat Lebih Peduli dan Turut Kawal Pembangunan JPD

    Tekan Kemiskinan dan Stunting, Program Bunda Puspa Pemkab Gresik Diperluas ke 80 Desa

    Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Lamongan Sebut Sejalan dengan Semangat HJL ke-457

    Ungkapan Pak Yes Saat Menghadiri Haul Akbar Rangkaian HJL ke-457

    Load More
    Berita Lainnya
    Pemerintahan

    Dinsos Gresik Gelar Sosialisasi Bantuan Permakanan Lansia dan Penyandang Disabilitas

    2 Mei 2024

    GRESIK – Guna menyejahterakan warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, Dinas Sosial (Dinsos) Gresik…

    Wujudkan Gresik Bebas Stunting, Bupati dan Ketua TP PKK Berikan Makanan Tambahan

    Bupati Gresik Sebut Rokok Ilegal Jadi Musuh Bersama

    Desa Kalipadang Gresik Andalkan Pertanian Sayur dan Tembakau Sebagai Penggerak Ekonomi Warga

    © 2026 minatbaca.com. Designed by minatbaca.com.
    • Home
    • Redaksi
    • Kode Etik

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.