MINATBACA.com – Sosok yang telah merekam video fitnah saat pengundian kupon hadiah jalan sehat di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik, akhirnya mendatangi balai desa setempat guna meminta maaf.

Di hadapan seluruh perangkat desa, Abin Erit Istrada (33) yang berdomisili di Jalan Dr Wahidin SH, Gg 28 RT6/RW2 Desa Randuagung, meminta maaf atas apa yang telah dilakukan. Terutama kepada sosok Kepala Desa (Kades) Randuagung, Khambali.

“Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Randuagung, terutama Pak Kades lantaran saya selaku pembuat video ini yang akhirnya viral dan berujung gaduh,” kata Abin, Selasa (3/9/2024).

Permintaan maaf tersebut juga ditulis pada kertas bermaterai, yang disaksikan oleh perangkat Desa Randuagung. Mulai dari tingkat RT, RW, hingga Kepala Desa.

“Apabila saya mengulangi lagi, saya siap diproses sesuai hukum yang berlaku,” terangnya.

Kepala Desa Randuagung Khambali mengatakan, pihaknya bersyukur bahwa terkait viralnya video pengundian jalan sehat di Desa Randuagung, pembuat video sudah mau meminta maaf dan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Alhamdulillah, pada hari ini yang bersangkutan hadir dan penyelesaian tidak sampai ke ranah hukum,” jelas Khambali.

“Yang bersangkutan hadir sekaligus memohon maaf, terkait aksinya merekam dan menyebarkan video dengan narasi fitnah bagi desa, terutama Kepala Desa Randuagung,” tambahnya.

Khambali menjelaskan, video tersebut merupakan bentuk ketidakpuasan pribadi yang bersangkutan saja pada saat pengundian kupon saat kegiatan jalan sehat memperingati HUT ke-79 kemerdekaan Republik Indonesia (RI), yang dilaksanakan pada Minggu (1/9/2024).

“Saya selaku Kepala Desa Randuagung, karena sudah ada itikad baik sudah datang ke balai desa, jadi tidak akan melanjutkan ke ranah hukum,” bebernya.

Padahal menurut Khambali, akibat dari video tersebut yang kemudian viral, nama baik dirinya maupun Pemerintah Desa (Pemdes) Randuagung hilang, seolah-olah pihak desa melakukan penyelewengan yang tidak pantas.

“Terutama saya selaku kepala desa, merasa sangat dirugikan. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, saya sampai tidak bisa tidur untuk klarifikasi, karena video sudah tersebar ke seluruh Indonesia,” cerita Khambali.

“Buat pembelajaran semua. Apabila ada ketidakpuasan dalam penyelenggaraan desa, pihak desa selalu terbuka menerima masukan dan memberikan klarifikasi, tidak langsung diviralkan seperti ini,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sempat beredar video dengan narasi fitnah yang tersebar di media sosial, terkait aksi kepala desa yang dinilai curang saat pengundian hadiah utama kegiatan jalan sehat. Akibat adanya video ini, memancing kegaduhan berujung hal negatif bagi pemerintah desa setempat.

Exit mobile version