MINATBACA.com – Sebagai bentuk solidaritas untuk korban gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama sejumlah elemen menyalurkan bantuan senilai Rp250 juta.

Bantuan tersebut diberangkatkan dari Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik, Jumat (28/8/2026). Dengan prosesi pelepasan dipimpin oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, di dampingi Ketua TP PKK Nurul Haromaini dan Ketua PMI Kabupaten Gresik Achmad Nadlir. Turut hadir pula Ketua Baznas Gresik Muhammad Mujib, Asisten Pembangunan dan Perekonomian selaku wakil Ketua Dewan Pengurus Korpri, serta Ketua PGRI Gresik Beri Avita Prasetya.

Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bantuan yang terkumpul merupakan hasil kolaborasi lintas sektor. Dengan rincian, dari PMI Gresik senilai Rp82 juta, Baznas dan PGRI Gresik mencapai Rp100 juta, serta Korpri Rp50 juta. Kemudian dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Rp 7 juta, dan TP PKK Kabupaten Gresik Rp11 juta.

“Bantuan ini akan disalurkan langsung oleh relawan, yang berangkat untuk memberikan kepada penerima manfaat secara langsung. Nantinya, bantuan ini menyasar tujuh penerima manfaat di antaranya untuk warga Pulau Palue, Desa Nuateu Kecamatan Paga, Kecamatan Lela, Kecamatan Bola, Kabupaten Nagekeo, dan tempat pengungsian di Gelora Samador dan Wureng,” ungkap Gus Yani.

Dia juga berharap, bantuan dapat dialokasikan guna memenuhi kebutuhan mendesak para korban gempa di NTT. Termasuk logistik harian, kebutuhan medis, ataupun perbaikan fasilitas umum dan hunian yang rusak, akibat gempa.

“Atas nama Pemkab Gresik, kami mengucapkan terima kasih mendalam kepada seluruh elemen masyarakat, Baznas, dan dinas terkait, yang peka menyisihkan rezeki demi membantu meringankan beban saudara-saudara kita di NTT,” tutur Gus Yani.

“Mudah-mudahan bantuan yang diberikan ini, bermanfaat bagi saudara-saudara kita di NTT, dan semoga Allah SWT membalas kebaikan anda semuanya,” tambahnya.

Salah seorang perwakilan PMI Kabupaten Gresik yang akan berangkat menyerahkan bantuan di NTT, Ubed menyampaikan, akan lebih dulu berkoordinasi secara intensif dengan PMI NTT. Langkah ini dilakukan, untuk mempercepat penyaluran bantuan, sekaligus mengetahui tempat evakuasi korban. Termasuk, pemetaan ke wilayah-wilayah yang paling terdampak dan sulit dijangkau.

“Sinergi antara tim relawan PMI kabupaten Gresik dan PMI di NTT menjadi kunci utama, untuk mempercepat distribusi bantuan kemanusiaan ke lokasi terdampak,” kata Ubed.

Exit mobile version