MINATBACA.com – Untuk dapat melayani warga yang membutuhkan, Pemerintah Desa (Pemdes) Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, menyediakan satu unit mobil serba guna jenis Multi Purpose Vehicle (MPV).
Bahkan Pemdes bersama warga sempat menggelar acara syukuran, sebagai bentuk kegembiraan atas keberadaan ‘mobil siaga’ tersebut, yang siap dipergunakan untuk membantu dan juga melayani masyarakat.
“Mobil siaga ini baru datang Kamis (12/9/2024) dan tercatat sebagai aset desa. Karena masih terhitung baru, untuk sementara saya yang menyopiri sendiri mobil ini,” kata Kepala Desa Tebaloan Afuan Afandi, Minggu (15/9/2024).
Andik-panggilan Afuan Afandi mengaku, kehadiran mobil siaga tersebut semakin menambah panjang program pelayanan untuk 3.900 warga Desa Tebaloan. Dengan warga, tersebar pada Dusun Brak dan Tebaloan.
“Mobil siaga ini bisa digunakan untuk melayani kebutuhan warga, yang mayoritas petambak. Apalagi, layanan kesehatan adalah program prioritas saya dalam menjabat,” ucapnya.
Andik menjelaskan, mobil siaga akan melayani masyarakat Desa Tebaloan 24 jam. Baik untuk melayani kegiatan sosial, kesehatan maupun operasional perangkat desa pada saat memberikan pelayanan kepada warga, serta layanan kedaruratan yang lain.
“Sehingga mobil ini bisa membantu meringankan beban warga, yang butuh ke rumah sakit atau keperluan lain. Bahkan, yang sifatnya mendesak membutuhkan pertolongan,” tegasnya.
Andik menambahkan, dikarenakan mobil keluaran 2024 tersebut belum sepekan menjadi aset desa, maka dalam waktu dekat akan dilaksanakan musyawarah desa (musdes) terkait standar operasional prosedur (SOP), dengan hasilnya akan ditetapkan sebagai Peraturan Desa (Perdes).
Andik juga mengungkapkan, sebenarnya sejak dilantik sebagai Kepala Desa Tebaloan dua tahun lalu, dirinya sudah menyiapkan mobil siaga. Hanya saat itu, mobil tersebut untuk antar jemput warga yang sakit atau sekadar berobat.
“Tetapi mobil yang dipakai itu adalah mobil saya (pribadi), kadang warga sewa sendiri ke rental yang tentu saja harus membayar cukup mahal. Saya jadi kasihan, karena rata-rata yang membutuhkan transportasi ekonominya kurang mampu,” ujar Andik.
Andik lantas menceritakan, sebagai sosok pemimpin dirinya kerap menjadi jujugan warga desa yang mengalami kesulitan mendapat transportasi saat keadaan darurat. Bahkan, dirinya pernah membantu menjemput warga yang sakit dari Pacitan.
“Saya pernah jemput warga yang sakit stroke di Pacitan. Berangkat jam 2 pagi (02.00 WIB) sampai Gresik jelang Maghrib,” katanya.


