MINATBACA.com – Salah satu penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dilaksanakan di Kabupaten Lamongan adalah, melalui program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).

Program SOTH telah memasuki wisuda angkatan VII tahun 2026, dengan agenda berlangsung di Pendopo Lokatantra, Kamis (29/10/2026). Dalam kesempatan ini, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan, apresiasi kepada para orang tua yang telah menyelesaikan rangkaian pembelajaran SOTH. Karena menurutnya, pola asuh yang tepat dapat membangun komunikasi lebih baik antara orang tua dan anak, sehingga anak merasa nyaman untuk bercerita dan berinteraksi di lingkungan keluarga masing-masing.

“Melalui SOTH, orang tua telah mendapatkan pembelajaran tentang pola asuh yang baik. Harapannya, anak-anak semakin senang berkomunikasi dengan orang tuanya di rumah,” ujar Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Pak Yes juga mengajak kepada para orang tua, untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh secara konsisten, sebagai bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas. Terlebih keluarga adalah, unit paling kecil yang berkontribusi pada pembangunan SDM berkualitas dan berdaya saing.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Lamongan Aini Masidah menjelaskan, program SOTH memang memiliki tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri para orang tua dalam mengasuh anak. Program juga memperkuat peran keluarga, dalam membentuk karakter dan mendukung tumbuh kembang anak.

Adapun pembelajaran SOTH dilaksanakan melalui 13 kali pertemuan, dilengkapi evaluasi berupa pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta. Sementara materi yang diberikan meliputi perencanaan kehidupan keluarga, pola asuh yang tepat, pemenuhan gizi untuk mencegah stunting, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pembentukan karakter anak sejak dini.

Wisuda kali ini diikuti sebanyak 221 peserta yang merupakan perwakilan dari 14 desa dari tiga kecamatan yakni, Ngimbang, Modo, dan Pucuk. Dengan salah seorang peserta asal Desa Yungyang, Kecamatan Modo, Hartini yang dinobatkan sebagai peserta SOTH terbaik mengaku, memperoleh banyak pengetahuan baru setelah mengikuti program. Di antaranya mulai mengenai hak anak, imunisasi lengkap, pendidikan anak, hingga cara mencegah stunting.

“Setelah mengikuti SOTH, kami menjadi lebih memahami kondisi anak. Misalnya, ketika mengetahui risiko stunting, kami tidak perlu panik, tetapi bisa memahami langkah yang tepat untuk memperbaiki pemenuhan gizi dan mendukung tumbuh kembang anak,” ungkap Hartini.

Exit mobile version