MINATBACA.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) berkunjung ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Gresik, Rabu (28/1/2026). Selain untuk menyosialisasikan ketahanan pangan, juga untuk meninjau program Makan Bersama Gratis (MBG).

Para siswa SMAN 1 Gresik mengatakan, sudah merasakan dan menikmati MBG di sekolahnya sejak beberapa bulan lalu. Kendati bersyukur program tersebut ada, namun mereka menyebut masih diperlukan variasi pada menu makanan yang dihidangkan, supaya tidak monoton.

“Sudah sekitar enam bulanan (ada MBG). Dari yang sudah saya nikmati selama ini, saya kira monoton (menu yang disajikan) sebab itu-itu saja. Kadang malah saya merasa, bumbunya kurang,” ujar Aulia, salah seorang siswi kelas 10.

Kritik atas MBG yang telah disajikan, juga datang dari siswi kelas 10 SMAN 1 Gresik yang lain Apradita. Dia menilai, makanan yang telah disajikan selama ini dalam MBG sering tidak sesuai bayangan.

“Untuk saya, porsinya itu kurang dan tidak sesuai dengan fotonya. Jadinya kurang kenyang,” ucap Apradita.

Sementara M Rizkiawan Ridho (15) yang duduk di bangku kelas 10, coba memberi masukan atas menu makanan yang sudah dinikmati selama ini untuk program MBG di SMAN 1 Gresik. Dia memberi saran, agar menu divariasikan makanan lokal Gresik. Selain sebagai upaya mengenalkan, juga mencegah siswa bosan atas makanan yang disajikan.

“Enak sejauh ini, tapi lauknya cuma sedikit, dan coba lebih variatif lagi. Semoga ke depan diperbaiki lagi dalam porsi, dan menyajikan makanan lokal Gresik seperti nasi krawu,” kata Rizki-sapaan M Rizkiawan Ridho.

Adapun Plt Kepala SMAN 1 Gresik Ainur Rofiq menyebut, kritik dari siswa mengenai MBG cukup wajar lantaran yang merasakan program adalah mereka. Dengan pihak sekolah menyatakan, berusaha menjembatani keluhan dan masukan siswa terkait menu MBG tersebut kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Menurut saya wajar, ada anak pas menunya gak cocok. Menurut saya biasa sih anak macam-macam (punya keinginan beda-beda). Tapi pada dasarnya relatif baik, tidak ada masalah,” tutur Ainur.

Ainur menjelaskan, sejak pertama kali MBG dibagikan pada Bulan Oktober 2025, pihaknya sudah menjalin koordinasi dengan SPPG di Jalan Awikoen yang menyediakan MBG bagi sebanyak 1.274 siswa SMAN 1 Gresik. Termasuk, menampung saran dan juga kritikan dari siswa untuk dikomunikasikan kepada pihak SPPG.

“Selama ini ada yang diambil lauknya saja, itu kan menyesuaikan kondisi masing-masing (siswa). Kami sudah sampaikan kepada SPPG untuk kasih menu yang cocok dengan anak muda, kadang-kadang menu yang biasa itu tidak suka anak-anak itu. Kita terbuka komunikasi dengan penyedia SPPG dan siswa juga,” terangnya.

“Kemudian harapan kami, mudah-mudahan melalui kunjungan ini (Menko Bidang Pangan Zulhas) kesadaran anak-anak berkaitan dengan gizi seperti apa yang Pak Presiden berikan kepada anak-anak melalui MBG, dapat betul-betul maksimal,” kata Ainur.

Dalam kunjungan di SMAN 1 Gresik, Menko Bidang Pangan Zulhas sempat menyapa siswa, memberi sosialisasi terkait MBG, dan program pemerintah dalam ketahanan pangan. Termasuk, mengajak siswa SMAN 1 Gresik bertanya jawab singkat.

“​MBG melahirkan peradaban baru. Sekolah-sekolah, anak-anak senang. Bahkan ada makanan-makanan yang dulu buat kita enggak familiar, seperti ada chicken teriyaki, spaghetti,” ungkap Zulhas.

“​Rupanya SPPG berlomba-lomba, antara satu SPPG dengan yang lain untuk melayani anak-anak lebih baik. Bahwa ada satu-dua yang kurang, mungkin apa gizinya, ahli gizinya belum ada, tentu itu akan kita sempurnakan,” tambah Zulhas.

Exit mobile version