MINATBACA.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menegaskan komitmen, dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Yakni, melalui penguatan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Rencana Strategis (Renstra) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Komitmen ditegaskan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, pada saat membuka Pelatihan Teknis Penyusunan Standar Pelayanan Minimal dan Rencana Strategis BLUD di Hotel Aston Gresik, Rabu (22/4/2026).

Dalam arahan yang diberikan, Gus Yani-sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menekankan, layanan kesehatan merupakan garda terdepan yang secara langsung membentuk citra pemerintah di mata masyarakat.

“Baik buruknya wajah pemerintah hari ini, sangat ditentukan oleh pelayanan di lini terdepan, terutama puskesmas dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit,” ungkap Gus Yani.

Menurut Gus Yani, perubahan perilaku masyarakat yang semakin kritis dan terbuka, menuntut adanya transformasi dalam cara kerja birokrasi, khususnya dalam memberikan pelayanan publik. Di era digital saat ini, kualitas layanan dapat dengan cepat dinilai dan disebarluaskan oleh masyarakat.

“Pelayanan tidak bisa lagi menggunakan pola lama. Standar mutu dan kualitas harus benar-benar kita susun dengan baik, karena itu menjadi wajah pemerintah,” ujarnya.

Di samping itu, Gus Yani juga menyoroti tingginya ekspektasi masyarakat terhadap layanan kesehatan, terutama dari kalangan pekerja yang merasa telah memenuhi kewajiban sebagai peserta BPJS Kesehatan. Karena itu, dia menegaskan, pelayanan harus tetap menjadi prioritas, termasuk dalam kondisi-kondisi tertentu yang dihadapi masyarakat.

“Yang utama adalah menyelamatkan masyarakat terlebih dahulu. Soal administrasi dan pembiayaan bisa kita carikan solusi,” imbuhnya.

Lebih jauh, Gus Yani menilai bahwa tantangan utama layanan kesehatan saat ini bukan hanya pada aspek fasilitas atau sumber daya manusia, melainkan pada kualitas pelayanan (service). Sebab hal ini menjadi salah satu faktor, yang mendorong masyarakat untuk memilih berobat ke luar negeri.

“Banyak yang sekolahnya sama, alatnya juga tidak jauh berbeda. Tapi yang membedakan adalah pelayanan,” kata Gus Yani.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yani juga tidak lupa mengingatkan pentingnya penyusunan rencana strategis yang terukur, akuntabel, dan selaras dengan prinsip good governance. Karena di tengah tuntutan efisiensi dan transparansi, tentunya setiap tahapan perencanaan hingga pelaksanaan harus dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik Mukhibatul Khusnah, dalam laporan menyampaikan, kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan seluruh BLUD di Kabupaten Gresik, yang terdiri dari tiga rumah sakit daerah, 32 puskesmas, serta satu laboratorium kesehatan daerah.

Di mana peserta mengikuti proses penyusunan dokumen secara intensif, termasuk melalui metode karantina hingga malam hari, guna memastikan dokumen yang dihasilkan benar-benar komprehensif dan implementatif.

“Dokumen yang disusun, diharapkan selaras dengan Renstra Dinas Kesehatan dan RPJMD Kabupaten Gresik, serta mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh fasilitas,” tuturnya.

Adapun proses penyusunan di dampingi oleh tim dari LPPSP Universitas Indonesia, dengan target penyelesaian dalam waktu satu bulan. Selain itu, peserta juga mendapatkan penguatan materi dari Kementerian Dalam Negeri, khususnya terkait pengelolaan BLUD.

Exit mobile version