MINATBACA.com – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan, Republik Indonesia berhasil mencapai target swasembada pangan 2025.

Dengan hal tersebut diumumkan dalam kegiatan yang diikuti oleh seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan yang mengikuti secara daring, Rabu (7/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Lamongan Dirham Akbar Aksara bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) menggelar tasyakuran di Ruang Command Center Pemkab lantai 3, sebagai wujud rasa syukur dan keseriusan Kabupaten Lamongan dalam mengelola potensi pertanian.

Kendati target Luas Tambah Tanam (LTT) nasional adalah 192.373 hektare, sementara luas baku sawah di Lamongan hanya 96,095,5 hektare. Komitmen diaktualisasikan dengan melakukan beragam upaya, untuk meningkatkan produktivitas padi. Di antaranya dengan gencar menyediakan bibit berkualitas, pembangunan perbaikan atau rehabilitasi jaringan irigasi baik primer, sekunder, dan tersier embung serta sumur dalam maupun dangkal.

Selain itu, juga optimalisasi potensi lahan sawah dan bukan sawah untuk ditanami padi (wilayah rawa, lahan bera, dan perhutanan sosial), penyediaan pompa, pendampingan melalui sekolah lapang baik SL GAP, SL PHT dalam rangka, agar budidaya padi bisa dikawal sampai panen dengan hasil yang baik.

Upaya lain dilakukan dengan penyusunan jadwal tanam di setiap kecamatan, monitoring lapangan harian, hingga identifikasi ketersediaan benih, pupuk, dan alsintan. Bahkan Pemkab Lamongan sudah mencanangkan penggunaan dana desa minimal 20 persen untuk pertanian, dan berencana digunakan untuk pelaksanaan sekolah lapang. Tujuannya agar kemampuan petani lebih maksimal, dalam mengelola dan mengatasi masalah pertanian.

“Kerja keras seluruh petani di Lamongan berhasil dalam mewujudkan swasembada pangan. Semoga capaian ini menjadi acuan semangat, untuk memaksimalkan potensi pertanian di Kabupaten Lamongan,” tutur Mas Dirham-sapaan Wabup Lamongan Dirham Akbar Aksara.

Mas Dirham mengungkapkan, LTT di Kabupaten Lamongan berhasil lampaui target nasional, dengan per tanggal 31 Desember 2025 mencapai 193.786 hektare atau 100,73 persen.

Itu sejalan dengan penjelasan Presiden Prabowo Subianto, keberhasilan swasembada pangan melalui pencapaian target LTT memiliki dampak positif pada kesejahteraan petani. Bertambahnya luas area tanam mempengaruhi volume produksi pangan, sehingga dapat meningkatkan potensi kesejahteraan petani. Adanya pemanfaatan lahan tidur, memberi peluang kerja baru dan meningkatkan nilai ekonomi di wilayah tersebut.

Exit mobile version