MINATBACA.com – Sarasehan digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bersama Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, di pendopo Lokatantra, Selasa (29/6/2026).

Agenda tersebut merupakan rangkaian Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190, dengan fokus memperkuat sektor peternakan menuju swasembada protein hewani. Sekaligus, dalam rangka memperingati World Rabies Day. Membuka sarasehan dan menjadi keynote speaker, Wakil Bupati (Wabup) Lamongan Dirham Akbar Aksara.

Mas Dirham-sapaan Wabup Lamongan Dirham Akbar Aksara mengapresiasi, kolaborasi yang dilakukan FKH Unair dalam penguatan sektor peternakan. Di mana menurutnya, sinergi pemerintah, akademisi, peternak, tenaga kesehatan hewan, dan pelaku usaha diperlukan untuk membangun peternakan yang berdya saing dan memberi nilai tambah.

“Terima kasih kepada Unair yang terus berkolaborasi, dalam menyukseskan program peternakan di Lamongan. Melalui kegiatan ini, sinergi seluruh elemen peternakan semakin baik dan implementasi ke depan benar-benar konkret,” tutur Mas Dirham.

Mas Dirham menyebut, potensi peternakan di Kabupaten Lamongan menjadi modal penting dalam mewujudkan daerah sebagai lumbung protein. Sejalan dengan posisi Lamongan sebagai lumbung pangan nasional, dengan sekitar 30 persen PDRB ditopang sektor pertanian, serta menjadi salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Jawa Timur.

“Tantangan kita saat ini adalah bagaimana mempertemukan sektor pertanian dengan peternakan, terutama memanfaatkan hasil dan limbah pertanian sebagai pakan ternak, sehingga ekosistem peternakan semakin kuat,” kata dia.

Adapun populasi ternak di Kabupaten Lamongan meliputi sebanyak 108.792 ekor sapi, 99.153 ekor kambing, 89.343 ekor domba, 29.430.628 ekor ayam pedaging, 1.335.399 ekor ayam bukan ras, 479.408 ekor ayam petelur, 70.875 ekor itik, dan sebanyak 234.832 ekor entok.

“Potensi yang besar ini menjadi daya tarik untuk terus dikembangkan. Kita ingin peternakan Lamongan semakin berdaya saing, menciptakan nilai tambah, sekaligus memperkuat kesehatan hewan menuju Lamongan sebagai lumbung protein,” ungkap Mas Dirham.

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan Shofiah Nurhayati menjelaskan, Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan dilaksanakan Bulan Agustus hingga September, dengan tema ‘Swasembada Protein Hewani untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur.’ Sekaligus memperingati World Rabies Day dengan tema ‘Stronger Together,’ yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama FKH Unair.

“Rangkaian kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peternakan, tetapi juga kesehatan hewan dan pencegahan penyakit zoonosis. Kolaborasi bersama Unair diharapkan memperkuat pendampingan, edukasi, dan inovasi di tingkat peternak,” terang Shofiah.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan kegiatan diisi lomba mewarnai yang diikuti 30 anak TK, talk show zoonosis, pameran alat dan produk UMKM peternakan yang diikuti 15 peserta, serta pelatihan pengolahan produk berbahan hasil peternakan.

Sementara sarasehan yang dilaksanakan hari ini membahas tentang biosecurity, kesehatan ternak, dan pembuatan pakan berbahan lokal, dengan narasumber dari FKH Unair. Diikuti oleh peternak milenial, kelompok ternak Klunting, peternak unggas, medik veteriner, dan paramedik.

Adapun rangkaian berikutnya, akan dilaksanakan pendampingan kelompok ternak itik di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, dengan direncanakan berlangsung selama dua tahun. Program mencakup bantuan bibit itik, subsidi, pendampingan, serta pengembangan 200 kandang.

Sedangkan di bidang kesehatan hewan, rangkaian World Rabies Day diisi dengan vaksinasi rabies untuk Hewan Pembawa Rabies (HPR), seperti anjing, kucing, dan monyet, yang dilaksanakan di perumahan masyarakat serta 11 Puskesmas Hewan (Puskeswan) di 11 kecamatan di Lamongan.

Exit mobile version