MINATBACA.com – Tidak hanya tanaman padi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan juga terus memperkuat pengembangan komoditas tebu, sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan, khususnya swasembada gula nasional.

Salah satu yang dilakukan, melalui ‘Program Bongkar Ratoon Tahun 2026’ yang kini dioptimalkan dengan penerapan mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas, sekaligus menekan biaya produksi. Di mana realisasi dari komitmen tersebut, diwujudkan dengan penanaman tebu perdana di lahan Gapoktan Sumber Mulyo Mutiara Abadi seluas 90 hektare di Desa Gampangsejati, Kecamatan Laren, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, yang sempat menuturkan, Program Bongkar Ratoon menjadi langkah strategis yang dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas gula. Peremajaan tanaman tebu yang telah tua, diharapkan mampu memberi peningkatan produksi secara signifikan.

“Mulai penanaman bibit ini akan menggunakan mekanisasi. Kita tunjukkan komitmen untuk program swasembada gula. Kita terus semangat dan kita kawal bersama,” ujar Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

Pak Yes menjelaskan, pemerintah mencanangkan Program Bongkar Ratoon sejak tahun 2025 hingga 2026, sebagai upaya mewujudkan swasembada gula. Pada 2026, target di Kabupaten Lamongan mencapai 1.385 hektare dan telah teralokasikan 1.121,43 hektare, sehingga masih terdapat potensi penambahan sekitar 264 hektare.

Menurut Pak Yes, mekanisasi menjadi kebutuhan penting dalam pengembangan budidaya tebu. Karena dapat meringankan beban petani tebu, biaya produksi, dan meningkatkan produktivitas tebu.

“Mekanisasi yang akan kita lakukan, akan meningkatkan produksi dan menurunkan biaya produksi,” jelasnya.

Data yang dilansir Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan menunjukkan, hingga Bulan September 2026, produksi tebu di Lamongan mencapai 1.519.314,75 kuintal, dengan produktivitas 650 kuintal per hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lamongan Mugito mengatakan, pengembangan tebu di Kabupaten Lamongan juga menjadi tindaklanjut kebijakan pemerintah pusat, sekaligus mendukung program prioritas daerah.

“Terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI, atas bantuan tebu untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan alat-alat ini, kita bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil produksi secara lebih efektif,” kata Mugito.

Pada penanaman yang dilakukan kali ini, para petani menggunakan varietas Panjalu 1 dengan rendemen di atas 10 persen. Varietas yang baru saja ditanam memiliki harga jual tinggi yakni, mencapai Rp110.000 per kuintal.

Sementara Ketua Poktan Sumber Mulyo Mutiara Abadi Septi Wahyu, menyambut baik pelaksanaan Program Bongkar Ratoon, yang dinilai memberi keringanan kepada petani dalam melakukan penanaman kembali.

“Bantuan ini memberikan keringanan bagi petani untuk melakukan penanaman tebu. Varietas yang kita tanam merupakan varietas unggul dari pabrik Mitr Phol. Petani tebu di sini, juga akan diajak untuk melakukan penanaman menggunakan mekanisasi,” ungkap Septi.

Menurut Septi, mekanisasi dapat membantu menghemat tenaga kerja, sekaligus menekan biaya harian dalam proses budidaya. Dia optimistis, pengembangan tebu akan semakin kuat karena Lamongan memiliki industri pengolahan gula, sehingga petani memiliki dukungan pasar untuk hasil produksinya.

Exit mobile version