MINATBACA.com – Pementasan wayang kulit oleh PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) berlangsung meriah.

Adapun kegiatan bertempat di SOR Tri Dharma, baru-baru ini, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik dan memeriahkan HUT ke-81 RI. Sekaligus, mendorong regenerasi pelestari seni dan budaya Indonesia.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, pelestarian budaya merupakan bagian dari upaya pihaknya dalam menumbuhkan masa depan, yang sejalan tema HUT ke-54 perusahaan ‘Growing the Future.’ Sehingga tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan bisnis, namun juga tentang menyiapkan generasi yang mampu meneruskan nilai dan warisan budaya bangsa.

“Pagelaran wayang kulit menjadi agenda rutin tiap momen ulang tahun perusahaan. Kami ingin ikut memastikan, seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi muda,” ujar Daconi, dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Agenda semakin meriah, dikarenakan menampilkan dalang lintas generasi. Mulai dari dalang muda Ki Achmad Bagas Septyawan, yang menghadirkan lakon pembuka ‘Sumantri Ngenger.’ Sosok karyawan Petrokimia Gresik, yang sekaligus binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik.

Hingga menampilkan tiga sosok dalang cilik nan berbakat Gresik. Yakni, Avito Bintang Pratama (siswa kelas 8 SMPN 1 Gresik), Nicolas Davino (siswa kelas 4 SD Petrokimia Gresik), dan Kyano Reynand Hanenda (siswa kelas 5 MI Nahdlatul Ulama Tratee Putra Gresik).

“Ketika anak-anak muda mau belajar dan tampil membawakan wayang, di situlah kita melihat harapan bagi keberlanjutan budaya,” ucap Daconi.

“Kami ingin memberikan ruang agar talenta-talenta muda ini terus berkembang, dan semakin percaya diri dalam membawa seni tradisi ke generasi berikutnya,” imbuhnya.

Tidak hanya sosok dalang muda dan tiga dalang cilik tersebut, namun juga ada lakon utama ‘Begawan Ciptaning’ yang dibawakan Ki Bayu Aji Pamungkas. Dengan acara turut disemarakkan oleh penampilan pelawak Cak Percil, dan juga sinden Lintang Kairo.

“Wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga memiliki banyak tuntunan. Nilai-nilai yang disampaikan melalui cerita dan tokohnya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama generasi muda. Semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan juga penting, agar kita semakin siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan,” tutur Daconi.

Pudji Seti (65) salah seorang penonton yang berasal dari Kabupaten Lamongan mengaku, dirinya sengaja datang jauh-jauh ke Kabupaten Gresik bersama dengan rombongan, untuk menonton pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan Petrokimia Gresik. Sembari menambahkan, rutin menyaksikan kegiatan tersebut setiap tahun.

“Di era modern ini tidak banyak perusahaan yang peduli dengan budaya wayang. Tapi Petrokimia Gresik menjadi perusahaan yang konsisten tiap tahun menyelenggarakan wayang, Petrokimia Gresik memiliki kepedulian yang tinggi untuk melestarikan wayang,” kata Pudji.

Dalam kesempatan yang sama, Petrokimia Gresik juga menyerahkan uang pembinaan bagi para dalang cilik. Langkah ini dilakukan guna memotivasi para dalang tersebut untuk terus melestarikan budaya wayang, sehingga bisa menginspirasi generasi muda lain yang ada di Kabupaten Gresik.

Exit mobile version