MINATBACA.com – Sebanyak 208 lanjut usia (lansia) peserta sekolah tangguh lansia (Selantang), akhirnya diwisuda usai mengikuti pembelajaran selama enam bulan dengan 12 kali pertemuan.
Peserta Selantang diwisuda oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Pendopo Lokatantra, Rabu (26/8/2026). Dalam kesempatan ini Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menjelaskan, bila Selantang merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk mendorong masyarakat kategori lansia untuk dapat tetap menjadi pribadi yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan juga berdaya.
Berdasarkan data WHO, ungkap Pak Yes, Indonesia memiliki 12 persen penduduk yang termasuk dalam kategori lansia. Sehingga dengan adanya Selantang, diharapkan mampu menambah pengalaman dan pengetahuan para peserta. Selain bertujuan supaya lansia dapat lebih produktif, juga agar mereka mampu menjadi teladan, pencerah dan petunjuk arah minimal bagi keluarga mereka masing-masing.
“Saya yakin yang berangkat ini, juga ada beberapa yang merupakan tokoh-tokoh masyarakat. Bekal yang panjenengan (anda, red) sudah dapatkan di sekolah ini, agar kiranya dapat dimanfaatkan dengan baik dan terus diaplikasikan,” tutur Pak Yes.
Acara wisuda tersebut turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Shodiqin, yang memberi apresiasi atas terselenggaranya rangkaian proses pembelajaran Selantang di Lamongan, yang akhirnya dapat mengantarkan para peserta hingga ke jenjang wisuda.
“Atas nama Perwakilan BKKBN, kami menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya seluruh rangkaian proses pembelajaran di Selantang, hingga akhirnya mengantarkan sesepuh (lansia) kita ke jenjang wisuda pada hari ini,” kata Shodiqin.
“Apresiasi pula untuk semangat belajar, kedisiplinan, serta antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh para wisudawan-wisudawati, dalam mendalami tujuh dimensi lansia tangguh,” tambahnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kabupaten Lamongan dr Aini Mas’idha mengatakan, wisuda Selantang kali ini diikuti oleh perwakilan dari tujuh kecamatan dan delapan desa, dengan peserta yang lulus berjumlah 208 orang.
Dengan rincian peserta, Selantang Bugenvil Desa Kedungwara, Kecamatan Modo ada sebanyak 20 peserta. Selantang Nusa Indah Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat sebanyak 28 peserta. Kemudian Selantang Tentrem Desa Karangcangkring, Kecamatan Kedungpring sebanyak 21 peserta. Lantas Selantang Melati Desa/Kecamatan Mantup, sebanyak 25 peserta.
Kecamatan Sukodadi, Selantang Bugenvil Desa Bandungsari sebanyak 34 peserta, dan Selantang Sedap Malam Desa Balongtawun sebanyak 21 peserta. Kemudian Selantang Nangka Desa Mungli, Kecamatan Kalitengah sebanyak 39 peserta. Serta Kecamatan Lamongan, Desa Sumberejo Selantang Sakura sebanyak 20 peserta.
“Hingga tahun 2026, terdapat 33 kelas dan 13 kelas telah diwisuda, dengan total 395 peserta lansia. Sementara 20 kelas Selantang, dalam proses pembelajaran,” kata dr Aini.


