MINATBACA.com – Sebanyak 200 orang yang berhak di Lamongan, menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.
Agenda resmi penyerahan bantuan dilaksanakan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi kepada 200 abang becak, bertempat di Pendopo Lokatantra, Selasa (3/2/2026).
Fasilitas tersebut merupakan bantuan langsung dari dana pribadi Presiden Prabowo, melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Selain itu, juga merupakan aktualisasi dalam menggencarkan program modernisasi transportasi rakyat. Hadirnya becak listrik tidak hanya mampu meningkatkan ekonomi keluarga pengemudi becak lansia, tapi juga memperkuat sektor pariwisata ramah lingkungan.
Menurut Pak Yes-sapaan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, kehadiran becak listrik tidak hanya akan meningkatkan ekonomi penerima yang berujung mengentas kemiskinan, namun juga mengurangi beban fisik pengemudi. Kemudian dari sektor pariwisata ramah lingkungan, becak listrik tidak menghasilkan polusi udara (nol emisi) dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sehingga cocok di tempatkan di titik-titik wisata.
“Apresiasi dan rasa terimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, karena hari ini bantuan 200 becak listrik telah diterima,” ujar Pak Yes, pada saat menyerahkan bantuan.
“Ini sangat membantu masyarakat kami yang bergelut sebagai pengemudi becak. Tentunya bantuan ini akan membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi keluarga, mengentas kemiskinan, hingga ikon baru pariwisata ramah lingkungan,” sambungnya.
Pak Yes mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan akan terus memonitoring perkembangan dan perawatan becak listrik bantuan. Sekaligus akan terus menambah titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), guna memfasilitasi becak listrik agar terus beroperasi.
Direktur Perencanaan Dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN Firman Dahlan menjelaskan, program ini merupakan bantuan pribadi Presiden Prabowo untuk menyejahterakan pengemudi becak.
Secara teknis, becak listrik memiliki keunggulan kecepatan dibatasi maksimal 15 kilometer per jam demi keamanan, mampu menempuh jarak 40 kilometer dalam satu kali daya pengisian, serta ramah lingkungan tanpa emisi karbon dan suara yang senyap (bebas kebisingan). Sementara penerima bantuan adalah, pengemudi becak kayuh yang berusia di atas 55 tahun.


