MINATBACA.com – Berkat program ‘Light Up The Dream’ yang diinisiasi oleh pegawai Perusahaan Listrik Negara (PLN), rumah Muawanah (54) di Desa Kawistowindu, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik, akhirnya memiliki sambungan listrik sendiri.
Sebelumnya selama 20 tahun, Muawanah dan keluarga menikmati listrik dengan menyalur dari rumah tetangga, lantaran kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Namun berkat program yang diinisiasi pegawai PLN tersebut, kini Muawanah dan keluarga akhirnya tidak lagi tergantung pada pasokan listrik dari tetangga.
General Manager PLN UID Jawa Timur Agus Kuswardoyo yang menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis mengatakan, program Light Up The Dream merupakan inisiasi pegawai PLN yang ingin berbagi kepada masyarakat sekitar, terutama yang membutuhkan saluran listrik sendiri namun tidak memiliki kemampuan finansial mumpuni seperti halnya Muawanah.
“Light Up The Dream merupakan program yang kami gagas, untuk melahirkan keadilan sosial, bagi seluruh masyarakat untuk dapat menikmati listrik. Jadi listrik bukan hanya cahaya, tapi juga kesempatan dan mimpi,” ungkap Agus saat acara, Kamis (15/8/2024).
Agus menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk kepedulian insan PLN kepada masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. Di mana pegawai PLN secara sukarela menyisihkan sebagian dari penghasilan yang didapat, untuk selanjutnya didonasikan pada program tersebut, yang diwujudkan berupa sambungan listrik gratis bagi warga membutuhkan.
“Baik yang belum mendapat sambungan listrik sama sekali, maupun yang masih numpang aliran listrik lewat tetangga,” beber Agus.
Bersamaan dengan acara seremoni di rumah Muawanah, agenda serupa juga digelar serentak oleh jajaran PLN di seluruh Indonesia. Pada kesempatan tersebut, antara titik penyelenggaraan saling terhubung melalui teleconfrence. Selain Jawa Timur, ada pula perwakilan dari Sumatera, Jawa Barat, Papua dan beberapa wilayah lain di Indonesia.
“Untuk Jawa Timur sendiri, hari ini ada 155 pelanggan. Namun untuk realisasi hingga Bulan Agustus, kami sudah menampung 1.024 pelanggan se-Jawa Timur,” kata Agus.
Muawanah yang mendapat bantuan dalam kesempatan tersebut mengaku, bersyukur dan gembira. Dikarenakan selama 20 tahun, rumah yang ditinggali akhirnya memiliki sambungan listrik sendiri dan tidak lagi mengandalkan pasokan listrik melalui tetangga, berkat bantuan yang diberikan PLN.
“Sudah 20 tahun listrik ikut nyalur tetangga. Saya cuma kerja buruh tambak, upahnya juga gak pasti, sementara suami sudah meninggal. Terima kasih atas bantuan yang diberikan, semoga PLN makin sukses dan lancar,” tutur Muawanah.

